Penting bagi pemilik perusahaan atau pelaku bisnis untuk memahami bagaimana cara mengelola cash flow bisnis yang tepat. Karena seperti yang Anda ketahui, kas atau keuangan adalah segalanya.
Tanpa arus kas yang sehat, maka perusahaan yang Anda miliki akan kesulitan dalam menjalankan kegiatan produksi ataupun operasional. Skenario terburuk, bisnis bisa saja terhenti atau bangkrut.
Lantas, bagaimana sebenarnya cara pengelolaan cash flow yang tepat bagi sebuah bisnis itu?
Pengertian dan Jenis Cash Flow
Pada dasarnya, arus kas atau cash flow adalah arus masuk dan keluarnya kas atau keuangan di suatu perusahaan pada periode tertentu. Kas ini bisa mencakup banyak hal, seperti saldo bank, uang cash atau tunai, e-wallet, dan lain sebagainya.
Melalui data arus kas ini, Anda bisa melihat dan menilai sejauh mana pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Berdasarkan data tersebut, Anda sebagai pemilik bisnis bisa menentukan langkah dan arah bisnis selanjutnya.
Tanpa adanya arus kas yang lancar dan sehat, maka perusahaan akan gagal dalam memenuhi seluruh kebutuhan operasional dan produksi. Prinsipnya, cash flow yang baik adalah jika perusahaan mencatatkan pemasukan lebih besar dari pengeluaran.
Apabila sebaliknya, perusahaan memiliki pengeluaran lebih besar, maka artinya cash flow negatif dan harus ada tindakan untuk mengatasi hal ini agar perusahaan tidak rugi.
Secara umum, arus kas sendiri terbagi menjadi 2 (dua) berdasarkan jenis aliran atau arusnya, yaitu:
1. Outflow
Pertama, ada jenis outflow yang berisi informasi arus pengeluaran kas perusahaan atau bisnis. Kegiatan yang termasuk dalam outflow adalah pengeluaran untuk bahan baku, pembayaran gaji karyawan, pembayaran hutan, dan sebagainya.
2. Inflow
Kedua, jenis cash flow inflow berbanding terbalik dengan outflow. Ini adalah arus kas yang berisi informasi seluruh pemasukan yang perusahaan dapatkan.
10 Cara Mengelola Cash Flow Bisnis
Supaya memiliki arus kas yang sehat, maka ada beberapa cara pengelolaan yang perlu Anda terapkan, seperti:
1. Merencanakan Anggaran dengan Cermat
Pertama, Anda harus senantiasa merencanakan anggaran perusahaan dengan cermat dan teliti. Caranya dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran yang terjadi pada perusahaan.
Kemudian rencanakan juga pengeluaran yang perusahaan butuhkan. Tujuannya agar Anda bisa menjaga bahwa pengeluaran tersebut tidak melebihi dari anggaran perusahaan sehingga menjaga arus kas tetap sehat.
2. Pastikan Memiliki Jadwal Penagihan yang Tepat Waktu
Cara mengelola cash flow bisnis selanjutnya adalah dengan memastikan perusahaan melakukan penagihan terhadap piutang tepat waktu. Ini sangat penting karena ketika piutang lancar, Anda bisa mendapatkan modal untuk usaha.
Baca Juga: Strategi Bisnis Franchise: Jangan Salah Beli Merk!
3. Tinjau Pembayaran Utang
Penundaan pembayaran utang bisa Anda lakukan untuk memastikan cash flow bisa berjalan lancar meski sedang dalam kondisi yang kurang baik. Caranya, Anda bisa bernegosiasi dengan pihak terkait agar bisa memberikan penundaan.
Setelah itu, Anda bisa memanfaatkan batas masa maksimal waktu pembayaran tersebut.
4. Perhatikan Berbagai Komponen Laporan Keuangan

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk mengatur cash flow perusahaan adalah dengan memperhatikan komponen laporan keuangan. Meski terlihat sepele, tetapi justru komponen inilah yang akan menjadi panduan keuangan Anda.
Dengan berpedoman pada komponen-komponen tersebut, Anda bisa memiliki arus kas yang sehat dan lancar. Beberapa komponen tersebut adalah biaya produksi, rencana investasi pemasukan dan pengeluaran, dan lain sebagainya.
5. Susun Laporan Kas Berkala
Setiap perusahaan pasti akan melibatkan banyak pihak yang berperan untuk mendukung jalannya usaha. Mulai dari investor, mitra bisnis, supplier, karyawan, kreditur, dan lain sebagainya.
Agar bisa menjaga komunikasi dan hubungan dengan seluruh pihak tetap terjaga, maka pastikan Anda menyusun laporan kas secara berkala. Karena dari laporan tersebutlah Anda bisa merinci modal investasi atau modal kerja.
Selain itu, dengan memiliki laporan yang tertata rapi dan sehat, Anda pun bisa mengendalikan keuangan perusahaan dengan jauh lebih mudah. Alhasil, tidak akan ada pengeluaran yang tidak tercatat dan berujung pada kerugian.
6. Tetapkan Skala Prioritas
Cara mengelola cash flow bisnis selanjutnya adalah dengan menetapkan skala prioritas pengeluaran. Setiap perusahaan pasti memiliki daftar pengeluaran yang harus secara rutin dikeluarkan pada periode waktu tertentu.
Akan tetapi, pengeluaran tersebut pun akan memiliki skala prioritas yang berbeda-beda pula. Ada jenis pengeluaran yang sifatnya urgent, tetapi ada juga yang tidak terlalu berdampak pada jalannya bisnis.
Oleh karena itu, agar memiliki arus kas yang sehat, terutama segi pengeluarannya, Anda bisa menetapkan skala prioritas terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa mengeluarkan anggaran dengan jauh lebih bijak dan sehat untuk perusahaan.
Baca Juga: 3 Resiko Bisnis Franchise yang Harus Diwaspadai!
7. Pertimbangkan Menunda untuk Menambah Inventaris
Bagi perusahaan apapun, keberadaan inventaris atau persediaan memang menjadi hal yang sangat penting.
Akan tetapi, jangan selalu terburu-buru untuk menambah inventaris tersebut. Mengapa?
Karena penambahan inventaris tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan berasal dari kas perusahaan.
Jika tidak cermat dan benar-benar teliti, justru penambahan tersebut tidak akan memberikan dampak yang baik bagi bisnis.
8. Analisa Efisiensi Bisnis dan Sesuaikan Term of Payment
Cara mengelola cash flow bisnis lainnya adalah dengan menganalisa sejauh mana efisiensi keuangan perusahaan, termasuk pinjaman dan perputaran keuangan lainnya.
Analisa ini menjadi begitu penting untuk memastikan bahwa selama ini manajemen keuangan yang perusahaan Anda jalankan memang sudah baik. Jika belum efisien, maka jelas menjadi tugas Anda untuk memperbaiki efisiensi tersebut.
Salah satu metode yang bisa Anda gunakan untuk menganalisa efisiensi keuangan adalah YoY.
Kemudian, Anda pun bisa menyesuaikan term of payment kepada seluruh konsumen jika memang selama ini metode yang Anda terapkan belum maksimal.
9. Buat Rekening Keuangan yang Terpisah
Strategi pengelolaan arus kas umumnya akan jauh lebih maksimal jika Anda memiliki beberapa rekening yang berbeda. Terutama untuk memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan.
Karena dengan perbedaan rekening ini, Anda bisa lebih mudah dalam memantau kesehatan keuangan dan mencegah terjadinya percampuran anggaran antara pribadi dan bisnis yang berpotensi merugikan.
Baca Juga: 7 Tips Mencari Mitra Bisnis yang Baik dan Terpercaya
10. Evaluasi dengan Konsisten
Terakhir, untuk memastikan seluruh arus kas berjalan dengan lancar, pastikan Anda melakukan evaluasi arus kas secara konsisten dan berkala. Banyak pemilik bisnis yang menyepelekan hal ini.
Padahal, justru evaluasi menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga arus kas senantiasa sehat dan tidak ada kendala sedikit pun. Pastikan Anda juga melakukan evaluasi tersebut secara konsisten.
Itulah berbagai cara mengelola cash flow bisnis yang bisa Anda terapkan. Pada dasarnya, arus kas menjadi hal yang begitu penting bagi seluruh perusahaan. Karena dengan kas yang sehat, perkembangan bisnis pun berjalan lancar.
Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis adalah dengan mempromosikannya secara aktif. Promosi bisnis pun bisa Anda lakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan menjadi exhibitor di FLEI Business Show.
FLEI Business Show akan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Hall B pada tanggal 16 sampai 18 Mei 2025. Untuk menjadi exhibitor pun caranya sangat mudah.
Anda hanya perlu mendaftarkan bisnis ke Hotline WhatsApp FLEI Business Show. Dengan menjadi exhibitor, Anda berkesempatan untuk mempromosikan bisnis ke audiens yang jauh lebih luas.
Jadi tunggu apalagi? Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan pastikan follow Instagram FLEI Business Show untuk informasi terbarunya!