Apa Itu Brand Storytelling? Jenis, Manfaat, & Strateginya

Franchise & License Expo Indonesia
Posted 16 hours ago6 mins read
Brand storytelling adalah strategi membangun branding melalui cerita atau narasi yang relevan, emosional, dan mudah diingat pelanggan. Cek strateginya di sini.
Apa Itu Brand Storytelling? Jenis, Manfaat, & Strateginya

Pernahkah Anda merasa sudah promosi besar-besaran, rutin posting konten, bahkan pasang iklan, tetapi brand tetap terasa biasa saja? 

Engagement ada, tapi tidak membekas. Penjualan jalan, tapi tidak ada loyalitas. Bisa jadi yang kurang bukan produk Anda, melainkan cerita di baliknya.

Banyak marketer terlalu fokus pada fitur, harga, dan promo, tetapi melewatkan satu elemen penting yang justru membuat brand melekat di benak pelanggan, yaitu brand storytelling. 

Padahal, di tengah jutaan informasi dan konten yang lewat setiap hari, orang tidak lagi tertarik pada sekadar apa yang dijual, melainkan alasan mengapa brand itu ada dan nilai apa yang dibawanya.

Agar lebih memahami apa itu brand storytelling dan bagaimana penerapannya pada bisnis, pastikan baca artikel ini hingga tuntas, ya.

Apa Itu Brand Storytelling?

Brand storytelling adalah strategi komunikasi yang menggunakan cerita untuk membangun identitas, nilai, dan emosi di balik sebuah brand. 

Namun, brand storytelling bukan sekadar membuat caption yang menarik atau iklan yang dramatis, melainkan merangkai narasi yang mampu menjelaskan siapa Anda, mengapa bisnis Anda ada, dan apa yang Anda perjuangkan.

Karena era digital ini distraksi, konsumen tidak lagi hanya membeli produk berdasarkan fitur dan harga. Mereka ingin merasa terhubung. 

Nah, dengan brand storytelling, Anda sebagai pelaku bisnis bisa menciptakan hubungan emosional dengan audiens melalui kisah yang autentik, relevan, dan konsisten di setiap kanal komunikasi.

Pasalnya, ketika audiens memahami perjalanan, tantangan, atau misi di balik sebuah bisnis, mereka cenderung merasa lebih dekat dan percaya, apalagi jika Anda menyampaikan nilai brand secara jujur dan manusiawi. 

Jenis-Jenis Brand Storytelling

Dalam mengeksekusi brand storytelling, terdapat dua jenis pendekatan utama yang bisa Anda terapkan sesuai dengan tujuan komunikasi dan karakter audiens. Berikut penjelasannya.

1. Short Snippets

Short snippets adalah potongan cerita singkat yang dirancang untuk memancing rasa penasaran audiens. 

Biasanya format ini digunakan di Instagram Story, Reels, TikTok, atau YouTube Shorts. Tujuannya bukan untuk menjelaskan semuanya secara detail, tetapi memberi “cuplikan menarik” yang membuat audiens ingin tahu lebih jauh.

Strategi bisnis ini efektif karena perhatian audiens di media sosial cenderung singkat. Dalam hal ini, Anda bisa membagikan highlight, teaser produk, atau potongan testimoni pelanggan, lalu mengarahkan audiens ke versi lengkapnya di website, marketplace, atau kanal utama lainnya. 

2. Cerita “Clickbait” yang Bikin Penasaran

Nyatanya, brand harus mampu menarik perhatian sejak detik pertama audiens melihat sebuah konten. Nah, salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah teknik storytelling berbasis rasa penasaran atau yang sering disebut clickbait (dalam konteks positif).

Misalnya dengan membuka cerita menggunakan pertanyaan kuat, fakta mengejutkan, atau konflik yang relatable sebelum masuk ke inti pesan. 

Tujuannya bukan untuk menipu, tetapi untuk membuat audiens berhenti scroll dan tertarik mengikuti alur cerita hingga selesai. 

Jika dikemas dengan jujur dan relevan, teknik ini bisa meningkatkan engagement tanpa merusak kepercayaan audiens.

Baca juga: Cara Mengembangkan Bisnis agar Tetap Sustain & Berumur Lama

Manfaat Brand Storytelling Bagi Bisnis

Singkatnya, brand storytelling memiliki peran besar dalam memperkuat posisi bisnis di pasar. Adapun manfaat brand storytelling bagi bisnis, di antaranya: 

  • Membangun koneksi emosional dengan pelanggan, sehingga mereka merasa terlibat, bukan sekadar menjadi pembeli.

  • Meningkatkan brand awareness dan daya ingat.

  • Meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas brand.

  • Membedakan brand dari kompetitor, sebab produk mungkin sama , tetapi cerita di baliknya pasti berbeda.

  • Mendorong customer loyalty

  • Meningkatkan efektivitas pemasaran digital karena konten berbasis cerita dipercaya lebih engaging dan bisa dibagikan (shareable).

Strategi Brand Storytelling yang Cerdas & Membekas

Membangun brand storytelling memang tidak bisa dilakukan secara asal. Agar cerita yang Anda sajikan kuat dan membekas, maka strategi di baliknya pun harus disusun dengan matang. 

Selain berfokus membuat ceritanya menarik, pastikan inti pesannya juga relevan dan konsisten dengan identitas bisnis Anda. Berikut beberapa strategi yang bisa Anda terapkan:

1. Mulai dari “Why”

Sebelum bercerita, pahami dulu alasan Anda membangun brand. Apa masalah yang ingin diselesaikan? Nilai apa yang ingin diperjuangkan? Cerita yang berangkat dari purpose atau “why” akan terasa lebih kuat dan autentik dibanding sekadar promosi produk.

2. Kenali Audiens Secara Mendalam

Brand storytelling yang efektif utamanya memang selalu berpusat pada audiens. Untuk itu, Anda perlu memahami siapa target pasar Anda, apa keresahan mereka, serta gaya komunikasi yang mereka sukai. Dengan begitu, cerita yang Anda bangun terasa relevan dan tidak salah target.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Business Plan yang Bagus

3. Jadikan Pelanggan sebagai Tokoh Utama

Brand storytelling yang cerdas tidak selalu menempatkan brand sebagai “pahlawan”. Justru, pelangganlah yang seharusnya menjadi tokoh utama. 

Buatlah positioning brand Anda hadir sebagai solusi yang membantu mereka mencapai tujuan atau mengatasi suatu masalah.

4. Gunakan Emosi yang Tepat

Cerita yang membekas biasanya melibatkan emosi, baik itu haru, semangat, inspirasi, atau bahkan humor. 

Pasalnya, keberadaan emosi akan membuat pesan lebih mudah diingat dan meningkatkan peluang audiens untuk terhubung secara personal dengan brand Anda.

5. Pertahankan Konsistensi di Semua Kanal Digital

Perlu diingat, bahwa brand storytelling tidak hanya berhenti di satu kampanye saja. Narasi brand harus konsisten di media sosial, website, kemasan produk, hingga pelayanan pelanggan. 

Jika sudah memenuhi konsistensi ini, identitas brand akan terasa lebih utuh di benak pelanggan. 

6. Jangan Hanya Katakan, Tunjukkan!

Daripada sekadar mengklaim “kami selalu mengutamakan kualitas”, Anda bisa menunjukkan pesan tersebut secara tersirat melalui proses produksi, testimoni pelanggan, atau aktivitas behind-the-scenes lainnya pada bisnis Anda. 

Pasalnya, cerita yang divisualisasikan akan terasa lebih nyata dan mudah dipercaya, terlebih jika disertai dengan bukti-bukti nyata yang mendukung.

Baca juga: Cara Mempromosikan Bisnis secara Digital?

Nah, itu dia penjelasan lengkap seputar brand storytelling, mulai dari pengertian, manfaat, hingga strategi dan jenis-jenisnya yang bisa Anda terapkan dalam bisnis. 

Pada akhirnya, brand storytelling bukan sekadar teknik marketing, tetapi juga merupakan fondasi untuk membangun brand yang lebih hidup, relevan, dan mampu menciptakan koneksi emosional dengan pelanggan.

Namun, pastinya memahami teori saja tidaklah cukup. Anda juga perlu melihat langsung bagaimana brand-brand besar maupun UMKM menerapkan storytelling dalam praktik bisnis nyata, mulai dari cara mereka mempresentasikan konsep, membangun positioning, hingga menawarkan peluang kemitraan dan franchise.

Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan insight tersebut adalah dengan menghadiri Franchise & License Expo Indonesia (FLEI). Di ajang pameran berskala nasional ini, Anda bisa bertemu langsung dengan berbagai pelaku bisnis, brand owner, hingga calon mitra yang serius mencari peluang usaha. 

Tidak hanya belajar strategi branding dan pemasaran, Anda juga bisa mengeksplorasi potensi franchise serta model bisnis yang sudah teruji.

Jadi, jika Anda ingin memperdalam wawasan bisnis sekaligus membuka peluang baru, jangan lewatkan kesempatan untuk hadir di FLEI berikutnya. Segera pesan tiket FLEI Anda dan rasakan langsung atmosfer bisnis yang penuh inspirasi, koneksi, dan peluang ekspansi. 

Untuk pertanyaan lebih lanjut seputar acara, jangan ragu untuk hubungi tim FLEI, ya.

Baca juga: Tempat Cari Bisnis Terpercaya? FLEI Gelar Pameran Franchise dan Kemitraan

Ref:

Share this post