Berbagai Tahapan Proses Bisnis, Jenis, dan Manfaatnya

Franchise & License Expo Indonesia
Diposting 14 hours ago6 menit baca
Tahapan proses bisnis adalah serangkaian alur kerja yang membantu perusahaan menjalankan operasional secara terstruktur Simak selengkapnya di sini!
Berbagai Tahapan Proses Bisnis, Jenis, dan Manfaatnya

Tahukah Anda apa yang membedakan bisnis yang berjalan rapi dan berkembang dengan bisnis yang sering mengalami kendala operasional? Salah satu jawabannya terletak pada bagaimana proses bisnis di dalamnya disusun dan dijalankan.

Tanpa proses bisnis yang jelas, pekerjaan bisa menjadi tumpang tindih, alur kerja tidak efisien, hingga pelayanan kepada pelanggan menjadi kurang optimal. 

Lantas, bagaimana tahapan proses bisnis yang umum diterapkan dalam perusahaan? Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

Apa Itu Proses Bisnis?

Proses bisnis adalah rangkaian aktivitas atau alur kerja yang dilakukan secara terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu dalam sebuah perusahaan atau organisasi. 

Proses ini melibatkan berbagai tahapan yang saling berkaitan, mulai dari input, pengolahan, hingga menghasilkan output berupa produk atau layanan yang bernilai bagi pelanggan.

Dalam praktiknya, tahapan proses bisnis tidak hanya berkaitan dengan produksi barang saja, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas lain seperti pemasaran, pelayanan pelanggan, distribusi, pengelolaan keuangan, hingga administrasi perusahaan. 

Karena itu, hampir seluruh kegiatan operasional dalam perusahaan sebenarnya berjalan berdasarkan proses bisnis tertentu.

Definisi Proses Bisnis Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa definisi proses bisnis jika ditinjau dari kacamata ahli:

Hammer dan Champy (dua tokoh manajemen bisnis terkemuka) mendefinisikan proses bisnis sebagai kumpulan aktivitas yang memanfaatkan satu atau lebih input untuk menghasilkan output yang bernilai bagi pelanggan. 

Sementara itu, Rummler dan Brache (pendiri grup konsultasi Rummler-Brache Group) 

menjelaskan bahwa proses bisnis adalah sekumpulan kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan produk maupun jasa, dan setiap aktivitas operasional perusahaan pada dasarnya merupakan bagian dari proses bisnis.

Kelly R. Rainer

Menurut Kelly R. Rainer (ahli manajemen bisnis), proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang saling terhubung untuk menghasilkan produk atau layanan yang memberikan nilai bagi perusahaan. 

Baca juga: 20 Ide Bisnis dari Rumah yang Menjanjikan di 2026, Yuk Coba!

Jenis-Jenis Proses Bisnis

Dalam implementasinya, proses bisnis terdiri dari beberapa jenis yang memiliki fungsi berbeda di dalam perusahaan. Berikut penjelasan terkait jenis proses bisnis dan contohnya:

1. Proses Primer

Proses primer merupakan jenis proses bisnis yang paling utama karena berkaitan langsung dengan aktivitas inti perusahaan. 

Umumnya, proses ini berfokus pada kegiatan yang memberikan nilai tambah terhadap produk atau layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Dalam proses primer, terdapat beberapa aktivitas penting seperti:

  • Produksi.

  • Pemasaran.

  • Pelayanan pelanggan.

Karena menjadi bagian utama operasional bisnis, proses primer biasanya menjadi fokus perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi kerja.

2. Proses Sekunder

Berbeda dengan proses primer, proses sekunder tidak secara langsung menciptakan nilai tambah pada produk atau jasa. 

Namun, proses ini tetap berperan penting dalam mendukung agar aktivitas utama perusahaan dapat berjalan lancar.

Proses sekunder umumnya berkaitan dengan penyediaan sumber daya dan lingkungan kerja yang mendukung operasional bisnis, seperti:

  • Administrasi perusahaan.

  • Pengelolaan SDM.

  • Teknologi informasi.

  • Pengelolaan dokumen.

  • Pengadaan barang.

Jadi, meskipun sifatnya cenderung sebagai pendukung, proses sekunder tetap penting untuk menjaga stabilitas dan kelancaran aktivitas utama perusahaan.

3. Proses Manajemen

Proses manajemen adalah jenis proses bisnis yang berkaitan dengan pengawasan, pengendalian, dan pengaturan operasional perusahaan. 

Proses ini bertujuan memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai target dan standar yang telah ditetapkan. Adapun contoh aktivitas dalam proses manajemen di antaranya:

  • Perencanaan strategis.

  • Pengawasan operasional.

  • Evaluasi kinerja.

  • Pengambilan keputusan.

  • Pengelolaan risiko bisnis.

Baca juga: 15 Ide Bisnis Anak Muda di 2026, Cocok Buat Gen-Z!

Manfaat Memiliki Proses Bisnis yang Terstruktur

Singkatnya, dengan mematuhi tahapan proses bisnis yang terstruktur, perusahaan dapat menjalankan operasional secara lebih efektif, efisien, dan terarah. Berikut manfaat-manfaatnya:

  • Meningkatkan efisiensi operasional.

  • Mempermudah pembagian tugas dan tanggung jawab karena setiap divisi maupun memahami perannya masing-masing.

  • Membantu pengambilan keputusan bisnis.

  • Menjaga konsistensi kualitas produk atau layanan.

  • Mempermudah proses monitoring dan evaluasi.

  • Meningkatkan produktivitas kerja.

  • Meningkatkan kepuasan pelanggan.

  • Membantu bisnis berkembang lebih stabil.

Tahapan Proses Bisnis

Dalam menjalankan operasional perusahaan, baik bisnis yang dibangun dari awal maupun bisnis sejenis franchise, proses bisnis tidak dapat dilakukan secara sembarangan. 

Berikut adalah tahapan proses bisnis lengkap dengan penjelasannya:

1. Perencanaan (Planning)

Tahap pertama dalam proses bisnis adalah perencanaan. Pada tahap ini, perusahaan berfokus menentukan tujuan bisnis, strategi operasional, serta berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas bisnis.

Perencanaan biasanya mencakup:

  • Penentuan target bisnis.

  • Penyusunan strategi kerja.

  • Identifikasi kebutuhan sumber daya.

  • Pembagian tugas dan tanggung jawab.

  • Penentuan standar operasional.

  • Menghitung ROI.

2. Analisis Proses Bisnis

Setelah melakukan perencanaan, perusahaan perlu menganalisis proses bisnis yang akan dijalankan agar dapat memahami bagaimana alur kerja berjalan dan mengidentifikasi potensi hambatan yang mungkin terjadi.

Dalam tahap analisis, perusahaan biasanya melakukan:

  • Identifikasi alur kerja.

  • Analisis kebutuhan operasional.

  • Pemetaan proses bisnis.

  • Identifikasi risiko dan kendala.

  • Evaluasi efisiensi kerja.

3. Desain atau Penyusunan Proses

Tahap berikutnya adalah menyusun desain proses bisnis. Pada tahap ini, perusahaan mulai membuat alur kerja yang lebih terstruktur agar setiap aktivitas dapat berjalan sesuai tujuan.

Beberapa hal yang dilakukan dalam tahap ini antara lain:

  • Menyusun SOP (Standard Operating Procedure).

  • Menentukan alur komunikasi kerja.

  • Menetapkan sistem bisnis dan operasional.

  • Menentukan penggunaan teknologi pendukung.

  • Menyusun indikator kinerja.

Baca juga: 10 Bisnis yang Bisa Jalan Tanpa Ninggalin Kantor, Cek Yuk!

4. Implementasi Proses Bisnis

Setelah proses bisnis dirancang, tahap selanjutnya adalah implementasi atau pelaksanaan. Pada tahap ini, seluruh rencana dan sistem yang telah dibuat mulai diterapkan dalam aktivitas operasional perusahaan.

Contoh tahapan proses bisnis ini meliputi:

  • Pelaksanaan SOP kerja.

  • Penggunaan sistem operasional.

  • Distribusi tugas kepada tim.

  • Pelaksanaan produksi atau layanan.

  • Monitoring aktivitas operasional.

5. Monitoring dan Pengawasan

Proses bisnis yang sudah berjalan perlu dipantau secara berkala untuk memastikan seluruh aktivitas tetap sesuai standar perusahaan. Karena itu, monitoring adalah salah satu tahapan penting dalam proses bisnis. Pengawasan atau monitoring biasanya dilakukan melalui:

  • Evaluasi performa kerja.

  • Pengukuran produktivitas.

  • Monitoring kualitas produk atau layanan.

  • Pengawasan pencapaian target.

6. Evaluasi dan Pengembangan

Tahap terakhir adalah evaluasi dan pengembangan proses bisnis. Pada tahap ini, perusahaan perlu menilai efektivitas seluruh proses yang telah dijalankan untuk mengetahui apakah target bisnis berhasil tercapai atau masih perlu perbaikan.

Hal ini bisa dilakukan dengan sejumlah cara, termasuk:

  • Analisis hasil operasional.

  • Pengumpulan feedback pelanggan.

  • Identifikasi kekurangan.

  • Penyusunan strategi perbaikan.

Pada dasarnya, tahapan proses bisnis merupakan siklus yang terus berjalan dan saling berkaitan satu sama lain. Semakin baik perusahaan mengelola setiap tahapannya, maka semakin besar pula peluang bisnis untuk berkembang secara stabil dan berkelanjutan.

Nah, jika Anda tertarik memperdalam wawasan seputar pengembangan bisnis, strategi operasional, hingga peluang usaha dari berbagai industri, Anda dapat mengunjungi Franchise & License Expo Indonesia (FLEI).

Pameran bisnis dan franchise ini menghadirkan berbagai brand, peluang kemitraan, serta insight bisnis yang dapat membantu Anda memahami bagaimana sebuah bisnis dibangun dan dikembangkan secara lebih terstruktur. 

Anda juga bisa mengeksplor berbagai peluang usaha, kemitraan, hingga strategi pengembangan bisnis dari beragam industri melalui FLEI Business Show. 

Mau tanya-tanya seputar FLEI Business Show? Jangan ragu untuk hubungi tim kami di sini atau ikuti terus akun Instagram kami di @fleiexpoid, untuk mengetahui jadwal pameran terbaru, ya!

Baca juga: 5 Rekomendasi Franchise Autopilot di Bawah 50 Juta, Catat!


Share artikel ini