Skip to content

Segmentasi Pasar: Tujuan, Jenis, Manfaat, & Cara Implementasinya

Franchise & License Expo Indonesia
Diposting 4 hours ago8 menit baca
Segmentasi pasar adalah aktivitas membagi target pasar menjadi beberapa kelompok berdasarkan sejumlah metrik. Pelajari selengkapnya di sini!

Saat menjalankan bisnis, Anda perlu mengetahui kategorisasi dari target konsumen, sebab setiap pelanggan memiliki kebutuhan, preferensi, daya beli, hingga kebiasaan berbelanja yang berbeda-beda.

Makanya, ada konsep yang disebut segmentasi pasar, yaitu dengan membagi pasar ke dalam kelompok pelanggan yang memiliki karakteristik serupa.

Salah satu keuntungan menetapkan segmentasi pasar adalah Anda dapat menyusun strategi promosi, menentukan produk, hingga menetapkan harga yang lebih relevan dengan kebutuhan target pasar. Yuk, telusuri pengertian, jenis-jenis, hingga cara menerapkannya di artikel ini!

Apa Itu Segmentasi Pasar?

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar yang luas dan beragam menjadi beberapa kelompok konsumen (segmen) yang memiliki karakteristik, kebutuhan, perilaku, atau preferensi yang relatif sama. 

Salah satu tahapan proses bisnis ini pertama kali diperkenalkan secara sistematis oleh Wendell R. Smith melalui jurnal berjudul "Product Differentiation and Market Segmentation as Alternative Marketing Strategies" (1956). 

Dalam jurnal tersebut, Smith menjelaskan bahwa pasar bukanlah kumpulan konsumen yang homogen. Sebaliknya, setiap kelompok pelanggan memiliki kebutuhan dan respons yang berbeda terhadap suatu produk sehingga perusahaan perlu menyesuaikan strategi pemasarannya untuk setiap kelompok tersebut.

Tujuan Melakukan Segmentasi Pasar

Secara umum, tujuan utama segmentasi pasar adalah membantu perusahaan memahami siapa pelanggan yang paling berpotensi membeli produk atau layanannya. 

Dengan mengenali karakteristik setiap kelompok konsumen, Anda sebagai pebisnis dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih terarah guna meningkatkan peluang penjualan. 

Adapun tujuan segmentasi pasar di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Memahami kebutuhan konsumen secara lebih spesifik.

  • Menentukan target pasar yang lebih potensial. 

  • Menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.

  • Mengoptimalkan anggaran pemasaran.

  • Mengembangkan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mulai dari desain, kualitas, hingga harganya.

  • Menentukan strategi harga yang sesuai.

  • Meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Baca juga: 8 Cara Memulai Bisnis dari Nol & Tips Suksesnya, Catat!

Jenis-Jenis Segmentasi Pasar

image

Secara umum, segmentasi pasar dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristik yang digunakan untuk mengelompokkan konsumen. Adapun jenis-jenis segmentasi pasar yang banyak diterapkan adalah sebagai berikut: 

1. Segmentasi Geografis

Segmentasi geografis adalah pengelompokan pasar berdasarkan lokasi atau wilayah tempat konsumen berada. Faktor yang digunakan dapat berupa negara, provinsi, kota, kecamatan, kondisi iklim, hingga tingkat kepadatan penduduk.

Jenis segmentasi pasar ini banyak diterapkan oleh bisnis yang produknya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan atau kebiasaan masyarakat di suatu daerah.

Contoh penerapan jenis segmentasi geografis:

  • Perusahaan pakaian menjual jaket tebal di daerah pegunungan, sedangkan pakaian berbahan tipis dipasarkan di wilayah beriklim tropis.

  • Restoran menghadirkan menu yang disesuaikan dengan cita rasa khas daerah setempat.

Variabel segmentasi geografis:

  • Negara.

  • Provinsi atau kota.

  • Kawasan perkotaan dan pedesaan.

  • Kondisi iklim.

  • Kepadatan penduduk.

2. Segmentasi Demografis

Segmentasi demografis merupakan pengelompokan konsumen berdasarkan karakteristik kependudukan yang dapat diukur secara statistik. Jenis ini menjadi salah satu yang paling banyak digunakan karena datanya relatif mudah diperoleh.

Contoh penerapan jenis segmentasi demografis:

  • Produk susu formula ditujukan kepada keluarga yang memiliki bayi atau balita.

  • Kosmetik anti-aging dipasarkan kepada konsumen berusia di atas 35 tahun.

  • Mobil keluarga dipromosikan kepada pasangan yang telah memiliki anak.

Variabel segmentasi demografis:

  • Usia.

  • Jenis kelamin.

  • Pendapatan.

  • Pendidikan.

  • Pekerjaan.

  • Status pernikahan.

  • Ukuran keluarga.

3. Segmentasi Psikografis

Segmentasi psikografis mengelompokkan konsumen berdasarkan aspek psikologis, seperti gaya hidup, nilai hidup, kepribadian, minat, hingga aktivitas sehari-hari.

Sebab, meskipun dua orang memiliki usia dan pendapatan yang sama, keduanya belum tentu memiliki gaya hidup maupun preferensi yang serupa. 

Contoh penerapan jenis segmentasi psikografis:

  • Merek perlengkapan outdoor menargetkan konsumen yang gemar mendaki gunung dan berpetualang.

  • Produk makanan organik menyasar konsumen yang menerapkan gaya hidup sehat

Variabel segmentasi psikografis:

  • Gaya hidup (lifestyle).

  • Kepribadian.

  • Nilai hidup.

  • Minat dan hobi.

  • Kelas sosial.

Baca juga: Cara Menghitung ROI Sebelum Membeli Franchise Agar Tidak Rugi

4. Segmentasi Perilaku

Segmentasi perilaku adalah aktivitas membagi konsumen berdasarkan cara mereka berinteraksi dengan suatu produk atau merek. 

Fokusnya bukan lagi pada siapa konsumennya, tetapi pada bagaimana perilaku mereka saat membeli maupun menggunakan produk.

Jenis segmentasi ini sangat penting dalam pemasaran digital karena perusahaan dapat memanfaatkan data perilaku pelanggan untuk menciptakan promosi yang lebih personal.

Contoh penerapan jenis segmentasi perilaku:

  • E-commerce memberikan voucher kepada pelanggan yang sering berbelanja.

  • Aplikasi streaming menawarkan paket premium kepada pengguna aktif.

  • Maskapai penerbangan memberikan program loyalitas.

Variabel segmentasi perilaku:

  • Frekuensi pembelian.

  • Manfaat yang dicari (benefit sought).

  • Kesempatan penggunaan (occasion).

  • Tingkat penggunaan produk (usage rate).

  • Kesiapan membeli (buyer readiness).

5. Segmentasi Firmografis untuk Pasar B2B

Selain empat jenis di atas, perusahaan yang menyasar pasar Business to Business (B2B) juga banyak menggunakan segmentasi firmografis.

Segmentasi ini mengelompokkan calon pelanggan berdasarkan karakteristik perusahaan, bukan individu. Tujuannya adalah membantu bisnis menemukan perusahaan yang paling sesuai dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Contoh penerapan jenis segmentasi firmografis:

  • Penyedia software akuntansi menargetkan perusahaan manufaktur dengan jumlah karyawan lebih dari 100 orang.

  • Distributor mesin produksi menawarkan produknya kepada perusahaan F&B berskala menengah hingga besar.

Variabel segmentasi firmografis:

  • Industri perusahaan.

  • Ukuran perusahaan.

  • Jumlah karyawan.

  • Omzet atau pendapatan, dll.

Cara Melakukan Segmentasi Pasar

Eits, meskipun kelihatannya sederhana, perlu diingat bahwa segmentasi pasar tidak hanya sebatas mengelompokkan konsumen saja, ya. 

Agar strategi yang diterapkan benar-benar efektif, perusahaan perlu melakukan sejumlah cara agar segmentasi pasar yang ditentukan benar-benar sesuai dan sejalan dengan visi perusahaan. Nah, berikut ini adalah panduan melakukan segmentasi pasar agar hasilnya efektif:

1. Lakukan Riset Pasar

Langkah pertama adalah mengumpulkan informasi mengenai calon konsumen. Tujuannya untuk mengetahui karakteristik, kebutuhan, kebiasaan, hingga masalah yang mereka hadapi.

Untuk memperoleh data-data tersebut, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan, seperti: 

  • Survei atau wawancara pelanggan

  • Focus Group Discussion (FGD) internal.

  • Analisis data penjualan.

2. Tentukan Variabel Segmentasi yang Digunakan

Setelah memperoleh data, selanjutnya tentukan variabel yang paling relevan dengan jenis bisnis Anda. Tidak semua perusahaan harus menggunakan seluruh jenis segmentasi sekaligus, ya. 

Sebagai contoh, bisnis fashion lebih banyak memanfaatkan segmentasi demografis dan psikografis. Namun, bisnis restoran dapat menggabungkan segmentasi geografis dan perilaku.

Jadi, pastikan variabel yang Anda pilih benar-benar berkaitan dengan keputusan pembelian pelanggan.

3. Kelompokkan Konsumen ke dalam Beberapa Segmen

Selanjutnya, kelompokkan pelanggan yang memiliki karakteristik serupa menjadi beberapa segmen.

Misalnya, sebuah bisnis kopi dapat membagi konsumennya menjadi:

  • Mahasiswa yang mencari minuman dengan harga terjangkau.

  • Pekerja kantoran yang membutuhkan kopi praktis untuk menemani aktivitas.

Dengan pengelompokan seperti ini, setiap segmen dapat memperoleh penawaran dan harga jual serta kualitas yang sesuai dengan harapan mereka. 

4. Evaluasi Potensi Setiap Segmen

Perlu diingat bahwa tidak semua segmen layak dijadikan target pasar. Oleh karena itu, lakukan analisis terhadap masing-masing kelompok untuk mengetahui potensi bisnisnya.

Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Ukuran pasar.

  • Daya beli konsumen.

  • Tingkat pertumbuhan pasar.

  • Intensitas persaingan, dll.

Baca juga: 8 Ide Bisnis Passive Income yang Menguntungkan & Cara Memulainya

5. Tentukan Target Pasar

Setelah mengevaluasi seluruh segmen, selanjutnya tentukan kelompok pelanggan yang akan menjadi fokus utama bisnis Anda.

Dalam tahap ini, perusahaan dapat memilih salah satu strategi berikut:

  • Undifferentiated Marketing: Melayani seluruh pasar dengan satu penawaran yang sama.

  • Differentiated Marketing: Membuat strategi yang berbeda untuk beberapa segmen pasar.

  • Concentrated Marketing: Fokus pada satu segmen atau niche market tertentu.

  • Micromarketing: Menawarkan produk yang sangat spesifik kepada individu atau komunitas tertentu.

6. Susun Strategi Pemasaran untuk Setiap Segmen

Setelah target pasar ditentukan, buat strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik masing-masing segmen.

Misalnya, produk premium dapat dipromosikan melalui LinkedIn atau event eksklusif, sedangkan produk untuk Gen Z lebih efektif dipasarkan melalui TikTok atau Instagram.

7. Implementasikan dan Pantau Hasilnya

Tahap terakhir adalah menjalankan strategi yang telah disusun sekaligus memantau performanya secara berkala. Beberapa indikator dan metriks yang dapat Anda gunakan untuk memantau antara lain jumlah penjualan, tingkat konversi, Customer Acquisition Cost (CAC), Return on Investment (ROI) pemasaran, dan masih banyak lagi. 

Tips agar Segmentasi Pasar Lebih Efektif

Selain mengikuti langkah-langkah di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar segmentasi pasar memberikan hasil yang optimal. Berikut di antaranya:

  • Gunakan data pelanggan yang akurat dan selalu diperbarui.

  • Jangan membuat segmen yang terlalu luas atau terlalu sempit.

  • Prioritaskan segmen yang memiliki potensi pertumbuhan dan profitabilitas tinggi.

  • Manfaatkan data digital seperti CRM, Google Analytics, atau media sosial untuk memahami perilaku pelanggan.

  • Lakukan evaluasi secara berkala karena kebutuhan dan preferensi konsumen dapat berubah seiring waktu.

Demikian informasi mengenai segmentasi pasar, mulai dari pengertian, tujuan, jenis, hingga cara menerapkannya dalam strategi bisnis. 

Dengan memahami segmentasi pasar secara menyeluruh, Anda dapat menentukan target konsumen yang lebih potensial, menyusun strategi pemasaran yang efektif, serta mengembangkan produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Nah, apabila Anda adalah pelaku bisnis yang ingin memperluas jangkauan pasar, menemukan pelanggan baru dari berbagai segmen, sekaligus meningkatkan eksposur merek, Anda bisa menjadi exhibitor di FLEI Business Show!

Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) adalah pameran bisnis dan franchise skala besar yang menghadirkan ratusan hingga ribuan audiens, termasuk mitra, investor, hingga pebisnis yang siap berinvestasi dan membangun relasi dengan bisnis Anda. 

Sebagai exhibitor, Anda berkesempatan memperkenalkan produk atau konsep bisnis kepada ribuan pengunjung dengan latar belakang, minat, dan daya beli yang beragam.

Selain membuka peluang memperoleh prospek bisnis berkualitas, Anda juga dapat membangun relasi dengan pelaku industri, mengamati tren pasar, serta menguji respons dari berbagai segmen konsumen secara langsung.

Eits, tapi selain untuk pelaku bisnis, FLEI Business Show juga terbuka untuk audiens umum yang tertarik melihat berbagai peluang usaha dalam satu tempat, lho. 

Nah, untuk mengetahui jadwal pameran FLEI Business Show terdekat, Anda bisa menghubungi tim kami dan mengikuti akun Instagram @fleiexpoid untuk mendapatkan aneka informasi terbaru dan paling update seputar pameran ini.

Baca juga: Cara Menghitung BEP (Break Even Point), Rumus & Contohnya!

Share artikel ini