6 Perbedaan Franchise dan Kemitraan, Jangan Tertukar!

Franchise & License Expo Indonesia
Diposting a day ago6 menit baca
Franchise dan kemitraan adalah dua model kerja sama bisnis yang berbeda satu sama lain. Ketahui perbedaan franchise dan kemitraan di sini.
6 Perbedaan Franchise dan Kemitraan, Jangan Tertukar!

Bagi banyak orang yang ingin memulai bisnis, istilah franchise dan kemitraan sering kali membingungkan karena keduanya menawarkan peluang usaha dengan sistem kerja sama.  

Tak jarang, para calon pebisnis mengira bahwa kedua konsep ini memiliki mekanisme yang serupa. Padahal, franchise dan kemitraan sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup mendasar dari berbagai aspek. 

Jika Anda tertarik menjalani bisnis dengan sistem kerja sama dengan suatu brand atau perusahaan, yuk, kenali terlebih dahulu perbedaan franchise dan kemitraan pada artikel berikut ini. 

Apa Itu Franchise

Franchise, atau juga dikenal dengan sebutan waralaba, adalah model kerja sama bisnis di mana pemilik merek atau sistem usaha memberikan hak kepada pihak lain untuk menjalankan bisnis dengan menggunakan merek, produk, serta sistem operasional yang sama. 

Dalam sistem ini, pihak pemberi waralaba disebut franchisor, sedangkan pihak yang membeli atau menjalankan bisnis tersebut disebut franchisee

Biasanya, franchisee harus membayar biaya awal (franchise fee) serta royalti tertentu sebagai imbalan atas penggunaan merek dan sistem bisnis tersebut.

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 71 Tahun 2019, franchise adalah hak khusus yang dimiliki oleh individu atau badan usaha terhadap suatu sistem bisnis dengan ciri khas tertentu yang telah terbukti berhasil, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lain melalui perjanjian waralaba. 

Artinya, franchise bukan sekadar menjual produk, tetapi juga mencakup penggunaan sistem operasional, standar pelayanan, hingga strategi bisnis yang sudah teruji.

Baca juga: Bisnis Sendiri vs Franchise, Mana yang Lebih Baik untuk Pemula?

Apa Itu Kemitraan?

Kemitraan adalah bentuk kerja sama bisnis antara dua pihak atau lebih yang saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan usaha tertentu. 

Dalam konsep ini, setiap pihak biasanya memiliki peran, kontribusi, serta tanggung jawab yang disepakati bersama, baik dalam bentuk modal, tenaga, jaringan, maupun keahlian. 

Dalam konteks bisnis di Indonesia, konsep kemitraan juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Dalam regulasi tersebut, kemitraan didefinisikan sebagai kerja sama antara pelaku usaha besar dengan usaha mikro, kecil, atau menengah yang dilandasi prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.

Perbedaan Franchise dan Kemitraan dari Berbagai Aspek

Meski sama-sama menawarkan peluang kerja sama bisnis, franchise dan kemitraan memiliki sejumlah perbedaan.

Perbedaan ini bisa dilihat dari berbagai aspek, mulai dari kepemilikan merek hingga cara operasional bisnis dijalankan. Berikut beberapa perbedaan franchise dan kemitraan yang perlu Anda ketahui.

1. Kepemilikan Merek

Perbedaan franchise dan kemitraan yang pertama dapat ditinjau dari sistem kepemilikan mereknya. Pada sistem franchise, merek tetap sepenuhnya dimiliki oleh franchisor

Franchisee hanya mendapatkan hak untuk menggunakan merek tersebut dalam menjalankan bisnis sesuai perjanjian yang telah disepakati. 

Karena itu, penggunaan logo, nama brand, hingga konsep bisnis biasanya harus mengikuti standar yang sudah ditetapkan.

Sementara itu, dalam kemitraan, kepemilikan merek tidak selalu sepenuhnya berada di satu pihak. 

Dalam beberapa kasus, mitra hanya membantu memasarkan atau menjalankan bisnis dari brand tertentu tanpa adanya sistem lisensi merek yang seketat franchise. Hal ini membuat hubungan kerja sama cenderung lebih fleksibel.

2. Sistem Operasional

Sistem operasional pada model usaha franchise dan kemitraan juga berbeda, lho. Franchise biasanya memiliki syarat pendaftaran yang cukup ketat serta standar operasional yang jelas dan terstruktur. 

Pihak franchisor biasanya sudah menyediakan panduan operasional, sistem manajemen, hingga standar layanan yang harus diikuti oleh franchisee agar kualitas bisnis tetap konsisten di setiap lokasi.

Sebaliknya, dalam kemitraan, sistem operasional tidak selalu seketat itu. Pihak mitra sering kali memiliki ruang yang lebih luas untuk menyesuaikan operasional bisnis dengan kondisi pasar di daerah masing-masing, selama masih berada dalam kesepakatan kerja sama yang berlaku.

3. Biaya Awal dan Royalti

Perbedaan franchise dan kemitraan selanjutnya terletak pada sistem pembiayaan modal dan pembagian royalti. Pada bisnis franchise, franchisee umumnya harus membayar franchise fee sebagai biaya awal untuk mendapatkan hak untuk menjalankan bisnis tersebut. 

Selain itu, beberapa merek franchise juga menerapkan biaya royalti dari keuntungan bisnis franchise yang perlu dibayarkan secara berkala kepada franchisor sebagai bagian dari penggunaan brand dan sistem bisnis.

Di sisi lain, sistem kemitraan biasanya tidak selalu memiliki biaya royalti tetap. Model pembagian keuntungan pun dapat disesuaikan dengan kesepakatan kedua belah pihak, misalnya melalui sistem bagi hasil, margin produk, atau kerja sama distribusi.

Baca juga: Cara Ekspansi Bisnis Melalui Sistem Franchise/Waralaba

4. Tingkat Kontrol dari Pemilik Brand

Dalam model bisnis franchise, franchisor memiliki tingkat kontrol yang cukup tinggi terhadap prosedur berjalannya bisnis. Tentunya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga standar kualitas, citra merek, serta konsistensi produk di semua cabang.

Sedangkan pada kemitraan, tingkat kontrol dari pemilik brand umumnya lebih longgar. Mitra dapat memiliki kebebasan lebih besar dalam mengelola bisnis, termasuk dalam strategi pemasaran atau pengelolaan operasional sehari-hari.

5. Dukungan Bisnis

Salah satu keunggulan franchise adalah menawarkan dukungan bisnis yang relatif lengkap. Franchisor biasanya menyediakan pelatihan, panduan operasional, dukungan pemasaran, hingga sistem manajemen yang sudah teruji.

Sementara dalam kemitraan, bentuk dukungan yang diberikan bisa berbeda-beda tergantung kesepakatan di awal perjanjian kerja sama. Ada kemitraan yang memberikan dukungan cukup lengkap, tetapi ada juga yang hanya sebatas penyediaan produk atau akses jaringan bisnis.

6. Fleksibilitas Pengembangan Usaha

Franchise cenderung memiliki aturan yang lebih ketat terkait pengembangan usaha. Misalnya, franchisee tidak dapat dengan mudah mengubah menu, konsep toko, atau strategi bisnis tanpa persetujuan franchisor.

Sebaliknya, kemitraan sering kali memberikan fleksibilitas yang lebih besar. Mitra biasanya dapat mengembangkan strategi bisnis sesuai kondisi pasar atau peluang yang ada di daerah masing-masing, selama tetap menjaga kerja sama yang telah disepakati.

Baca juga: 10 Franchise Minuman yang Akan Hype di 2026

Sedang Mencari Peluang Franchise atau Kemitraan?

Jika Anda tertarik memulai bisnis melalui sistem franchise maupun kemitraan, namun masih bingung harus membeli franchise dari brand apa, jangan khawatir. 

Saat ini sudah ada banyak sekali pilihan brand yang menawarkan peluang kerja sama bisnis, baik dalam bentuk franchise maupun kemitraan, di sektor kuliner, minuman, ritel, hingga jasa.

Namun, sebelum memutuskan untuk bergabung dengan suatu brand, ada baiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu agar bisa membandingkan berbagai peluang usaha yang tersedia, memahami sistem kerja sama yang ditawarkan, serta menilai potensi bisnisnya di pasar.

Nah, salah satu cara yang cukup efektif untuk melakukan riset tersebut adalah dengan mengunjungi pameran bisnis seperti Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) yang mengumpulkan ratusan bahkan ribuan franchisor di satu tempat. 

Di FLEI Business Show, Anda bisa melihat berbagai brand secara langsung, berdiskusi dengan tim manajemen mereka, hingga mempelajari detail mengenai modal, sistem operasional, dan dukungan bisnis yang diberikan.

Dengan begitu, Anda pasti akan lebih mudah menemukan peluang bisnis yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda.

Jadi, yuk, segera beli tiket ke FLEI Business Show untuk bisa bercengkerama langsung dengan berbagai brand yang hadir. Untuk informasi lebih lanjut mengenai event dan peluang bisnis yang tersedia, Anda juga dapat menghubungi tim kami. Sampai jumpa di FLEI Business Show, ya!

Baca juga: Tempat Cari Bisnis Terpercaya? FLEI Gelar Pameran Franchise dan Kemitraan

Share artikel ini