8 Cara Memulai Bisnis dari Nol & Tips Suksesnya, Catat!

Franchise & License Expo Indonesia
Diposting 2 hours ago7 menit baca
Tertarik menambah penghasilan lewat bisnis? Yuk, simak bagaimana cara memulai bisnis dari nol dengan lebih strategis agar tidak rugi. Baca di sini!
8 Cara Memulai Bisnis dari Nol & Tips Suksesnya, Catat!

Keinginan untuk memulai bisnis sering kali dihantui oleh berbagai kekhawatiran, mulai dari takut gagal, bingung harus mulai dari mana, hingga khawatir bisnis justru merugi dan tidak menghasilkan keuntungan. 

Kebanyakan orang juga merasa salah satu cara memulai bisnis adalah memiliki modal besar. Padahal, membangun bisnis tidak selalu harus langsung berjalan sempurna sejak awal. 

Anda tetap bisa membangun usaha asalkan memiliki strategi yang pas dan terarah. Untuk Anda yang penasaran bagaimana cara memulai bisnis dari nol agar minim risiko, baca artikel ini hingga tuntas, ya!

Langkah & Cara Memulai Bisnis agar Sukses

Sebelum memulai bisnis, ada beberapa langkah yang harus Anda terapkan agar risiko kerugian bisa diminimalkan. 

Mengutip berbagai sumber mulai dari Dinas Perdagangan Kota, serta berbagai situs sekolah bisnis dan fakultas ekonomi di kampus Indonesia, beberapa cara memulai bisnis dari nol bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1. Lakukan Riset Mendalam

Sebelum memulai bisnis, jangan buru-buru langsung menentukan produk yang akan dijual hanya karena sedang viral atau terlihat ramai di media sosial. 

Kesalahan seperti ini bisa membuat bisnis Anda gagal berkembang, bukan karena produknya jelek, tetapi karena sebenarnya pasar tidak terlalu membutuhkannya. Karena itu, melakukan riset sangatlah penting supaya Anda bisa memahami apa yang benar-benar dicari konsumen. 

Berangkatlah dari ranah yang Anda kuasai dan cari tahu produk apa yang sering dikeluhkan calon pelanggan di kolom komentar atau review produk kompetitor. Dengan begini, Anda bisa melihat pola kebutuhan pasar dengan lebih nyata, bukan sekadar asumsi.

2. Tentukan Jenis Usaha Berdasarkan Riset

Setelah mengetahui kebutuhan pasar, cara memulai bisnis berikutnya adalah menentukan jenis usaha yang paling realistis untuk dijalankan. 

Sebaiknya, hindari memilih bisnis yang terlihat menguntungkan sesaat, tetapi pertimbangkan juga modal, kemampuan, waktu, dan target pasar yang ingin Anda jangkau.

Misalnya, jika melihat produk makanan sedang ramai tetapi Anda tidak memiliki kapasitas produksi yang stabil, mungkin bisnis reseller atau affiliate akan lebih cocok untuk dimulai terlebih dahulu.

Intinya, pilih bisnis yang peluang pasarnya ada sekaligus tetap sesuai dengan kemampuan Anda untuk menjalankannya secara konsisten. Sebab, bisnis yang terlihat menjanjikan pun akan sulit berkembang jika dijalankan setengah-setengah.

3. Tentukan USP Produk/Layanan Bisnis

Saat membangun bisnis, Anda perlu memiliki USP (Unique Selling Point), yaitu nilai unik yang membuat bisnis Anda berbeda dari kompetitor lain.

USP ini tidak harus selalu sesuatu yang besar atau rumit. Bisa dari rasa produk yang lebih khas, packaging yang lebih menarik, pelayanan yang cepat, desain yang lebih estetik, dan masih banyak lagi.

Sebab sekarang, konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga pengalaman dan alasan kenapa mereka harus memilih brand Anda. Semakin jelas keunikan bisnis yang ditawarkan, semakin mudah juga pelanggan mengingat brand Anda.

Baca juga: 15 Ide Bisnis Digital yang Menjanjikan di 2026, Banyak yang Baru!

4. Hitung Rancangan Anggaran

Salah satu tahap terpenting dalam cara memulai bisnis adalah menghitung rancangan anggaran. Sebab, banyak bisnis baru langsung fokus jualan tanpa menghitung kebutuhan biaya secara detail. 

Padahal, pengelolaan anggaran yang kurang rapi sering menjadi penyebab bisnis cepat kehabisan modal di tengah jalan.

Karena itu, sejak awal cobalah mencatat seluruh kebutuhan bisnis secara realistis, mulai dari biaya produksi, packaging, promosi, ongkir, alat pendukung, hingga dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga. 

Selain itu, perhitungan anggaran juga membantu Anda menentukan harga jual yang lebih masuk akal. Jangan sampai produk terlihat laku, tetapi ternyata keuntungan yang didapat terlalu kecil karena banyak biaya yang tidak diperhitungkan sejak awal.

5. Siapkan Modal Bisnis sesuai Kebutuhan

Tidak semua bisnis mengharuskan Anda mengeluarkan modal besar. Yang lebih penting adalah mengetahui prioritas business plan sejak dini agar modal dapat digunakan dengan lebih efektif.

Cara memulai bisnis yang baik adalah dengan menghindari pengeluaran berlebih untuk hal yang sebenarnya belum terlalu penting, seperti stok berlebihan, dekorasi, atau perlengkapan yang belum mendukung penjualan secara langsung. 

Di fase awal, sebaiknya fokuslah untuk meningkatkan kualitas produk, promosi, dan operasional dasar bisnis terlebih dahulu. Kalau modal masih terbatas, Anda juga bisa memulai secara bertahap melalui sistem pre-order atau metode lain yang minim stok barang. 

6. Tentukan Timeline Membangun Bisnis

Saat memulai bisnis, Anda perlu memiliki timeline atau target perkembangan yang realistis agar proses membangun usaha terasa lebih terarah. 

Sebaiknya, jangan langsung berharap bisnis akan ramai dalam waktu singkat, lalu merasa gagal ketika hasilnya belum sesuai ekspektasi.

Jadi, coba buat target sederhana secara bertahap. Misalnya, bulan pertama fokus membangun branding dan media sosial, bulan kedua mulai mencari pelanggan pertama, lalu bulan berikutnya fokus meningkatkan penjualan atau repeat order. Dengan begini, Anda akan lebih mudah mengukur progres bisnis secara nyata.

Baca juga: 10 Ide Bisnis Mahasiswa yang Cocok untuk Pemula + Tipsnya

7. Mulai Promosi Sebelum Bisnis Launching

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan pemula adalah menunggu semuanya sempurna sebelum mulai promosi. Padahal, membangun awareness sejak awal justru bisa membantu bisnis lebih cepat dikenal dan menciptakan rasa penasaran calon pelanggan.

Anda bisa mulai dengan mengunggah proses persiapan bisnis, teaser produk, behind the scenes, atau cerita tentang alasan membangun bisnis tersebut. 

Konten seperti ini biasanya terasa lebih personal dan mampu membuat audiens merasa ikut mengikuti perjalanan brand Anda sejak awal.

8. Siapkan Mental agar Bisa Konsisten

Selain mengetahui cara membangun bisnis yang sifatnya strategis, Anda juga perlu menyiapkan mental untuk menghadapi proses bisnis yang tidak selalu berjalan mulus. 

Sebab, pada kenyataannya, membangun usaha sering kali penuh trial and error, mulai dari penjualan yang tidak stabil, promosi yang sepi respons, hingga rasa lelah karena harus mengurus banyak hal sendiri di awal bisnis.

Tidak sedikit pemula yang sebenarnya memiliki produk bagus, tetapi berhenti terlalu cepat karena merasa bisnisnya tidak berkembang dalam waktu singkat. Padahal, membangun bisnis memang membutuhkan waktu.

Selain itu, jangan terlalu terpaku membandingkan perjalanan bisnis sendiri dengan orang lain di media sosial, ya.

Tips Menjalankan Bisnis agar Tidak Rugi

Wajar jika Anda masih merasa ragu dan khawatir untuk terjun ke dunia usaha, meski sudah membaca berbagai cara memulai bisnis di atas. Fakta pahitnya, dunia bisnis memang tidak selalu berjalan mulus seperti yang terlihat di media sosial.

Namun, ada sejumlah tips yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan potensi rugi, di antaranya:

  • Jangan menetapkan harga terlalu murah hanya demi cepat laku.

  • Fokuslah menjual produk yang benar-benar dipahami pasarnya.

  • Biasakan membalas chat pelanggan secepat mungkin.

  • Gunakan foto dan video asli produk, bukan asal ambil dari internet.

  • Jangan mengandalkan satu platform penjualan saja.

  • Catat produk yang paling sering ditanya pelanggan.

  • Buat promo seperlunya, jangan sampai merusak margin keuntungan.

  • Pelajari jam ramai audiens untuk upload konten promosi.

  • Mulai dari sistem pre-order untuk menekan risiko stok terbuang (khususnya di bisnis F&B).

  • Pantau kompetitor untuk melihat tren dan strategi pasar.

  • Selalu cek kualitas barang sebelum dikirim ke pelanggan.

  • Sisihkan keuntungan bisnis untuk pengembangan usaha.

  • Simpan testimoni pelanggan sebagai bahan promosi.

Demikian panduan lengkap cara memulai bisnis beserta berbagai tips yang dapat membantu Anda membangun usaha secara lebih terarah dan minim risiko.

Jika Anda ingin memulai usaha tetapi masih merasa ragu untuk membangun brand, sistem operasional, atau strategi bisnis dari nol, skema franchise modal kecil bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. 

Dengan sistem yang sudah lebih terstruktur dan brand yang telah dikenal pasar, franchise dapat membantu pemula memulai bisnis dengan arah yang lebih jelas.

Untuk menemukan berbagai peluang franchise potensial sekaligus memperluas wawasan seputar dunia bisnis, Anda juga dapat mengunjungi Franchise & License Expo Indonesia (FLEI).

Melalui event ini, Anda bisa bertemu langsung dengan berbagai brand, pelaku usaha, hingga mendapatkan inspirasi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan dan target usaha Anda.

Untuk mengetahui informasi selengkapnya seputar FLEI Business Show dan jadwal pameran terdekat, jangan ragu untuk menghubungi tim kami dan mengikuti akun Instagram kami di @fleiexpoid, ya! Sampai jumpa di FLEI Business Show!

Baca juga: 5 Rekomendasi Franchise Autopilot di Bawah 50 Juta, Catat!

Share artikel ini