Skip to content

Apa Itu Piutang Usaha? Pengertian, Jenis, & Tips Mengelolanya

Franchise & License Expo Indonesia
๊ฒŒ์‹œ์ผ 5 hours ago8๋ถ„ ์ฝ๊ธฐ
Piutang usaha adalah tagihan yang dimiliki bisnis kepada pelanggan akibat penjualan secara kredit. Pelajari konsep selengkapnya di sini!

Piutang usaha adalah salah satu komponen penting dalam proses bisnis, khususnya dalam pengelolaan keuangan. 

Dalam konsep piutang usaha, barang atau jasa bisa diserahkan kepada pelanggan namun perusahaan belum langsung menerima pembayaran sehingga akan muncul tagihan yang harus dilunasi sesuai jangka waktu yang telah disepakati.

Apabila dikelola dengan baik, piutang usaha dapat membantu meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan pelanggan, sekaligus menjaga hubungan bisnis jangka panjang, lho. 

Yuk, selami lebih dalam informasi seputar piutang usaha, mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga tips mengelola piutang usaha dalam bisnis selengkapnya di artikel ini!

Apa Itu Piutang Usaha?

Piutang usaha adalah hak perusahaan untuk menerima sejumlah pembayaran dari pelanggan atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan secara kredit. 

Dengan kata lain, perusahaan telah menyerahkan produk atau menyelesaikan layanan kepada pelanggan, tetapi pembayarannya baru akan diterima pada waktu yang telah disepakati, misalnya dalam 30, 60, atau 90 hari.

Dalam dunia akuntansi, accounts receivable atau piutang usaha adalah aset yang tergolong dalam kategori aset lancar (current assets) karena umumnya diharapkan dapat ditagih dan dikonversi menjadi kas dalam waktu kurang dari satu tahun atau satu siklus operasional perusahaan. 

Oleh sebab itu, besarnya nilai piutang usaha sering dijadikan salah satu indikator untuk menilai likuiditas serta kesehatan arus kas suatu bisnis.

Piutang usaha adalah konsep yang muncul ketika perusahaan memberikan fasilitas pembayaran secara kredit kepada pelanggan. 

Skema ini banyak diterapkan dalam transaksi business-to-business (B2B) maupun pada perusahaan yang ingin meningkatkan fleksibilitas pembayaran kepada pelanggan tetap. 

Apa Bedanya Piutang dan Utang?

Dalam praktik bisnis, utang dan piutang usaha adalah istilah yang sering kali digunakan secara bersamaan karena sama-sama berkaitan dengan transaksi kredit. 

Namun, perlu diketahui bahwa keduanya memiliki makna dan posisi yang berbeda dalam laporan keuangan, ya. 

Perbedaan piutang dan utang yang paling mendasar terletak pada sudut pandang pihak yang melakukan pencatatan. 

Piutang merupakan hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan, sedangkan utang adalah kewajiban perusahaan untuk membayar sejumlah dana kepada pihak lain, seperti supplier, vendor, maupun kreditur.

Contoh:

Sebuah toko grosir menjual barang kepada minimarket dengan tempo pembayaran 30 hari. 

Bagi toko grosir, transaksi tersebut dicatat sebagai piutang usaha karena toko memiliki hak untuk menerima pembayaran di kemudian hari. 

Sebaliknya, bagi minimarket, transaksi yang sama dicatat sebagai utang usaha karena terdapat kewajiban untuk melunasi tagihan kepada pemasok sesuai tanggal jatuh tempo.

Baca juga: Cara Mengajukan STPW untuk Bisnis Waralaba Anda

Ciri Khas Piutang Usaha

Agar lebih memahami apa itu piutang usaha, mari simak sejumlah ciri khasnya berikut ini: 

  • Muncul karena transaksi penjualan secara kredit.

  • Merupakan hak tagih perusahaan.

  • Dicatat sebagai aset lancar atau current assets. 

  • Memiliki tanggal jatuh tempo yang jelas.

  • Dilengkapi dengan dokumen pendukung, seperti invoice, purchase order (PO), surat jalan, kontrak kerja sama, dan lainnya.

  • Dapat dikenakan bunga sesuai perjanjian.

  • Memiliki nilai jatuh tempo yang harus dilunasi.

  • Memiliki konsekuensi apabila terjadi keterlambatan pembayaran, mencakup denda, penalti, atau penghentian fasilitas kredit.

  • Berpengaruh terhadap arus kas perusahaan.

  • Mengandung risiko piutang tak tertagih.

Jenis-Jenis Piutang Usaha

Piutang usaha tidak hanya terdiri dari satu bentuk. Dalam praktik akuntansi dan operasional bisnis, piutang dapat dibedakan berdasarkan sumber transaksi, jangka waktu penagihan, hingga adanya dokumen atau perjanjian yang mendasarinya.

Adapun sejumlah jenis piutang usaha adalah sebagai berikut:

1. Piutang Usaha (Accounts Receivable)

Piutang usaha adalah piutang yang timbul akibat penjualan barang atau jasa secara kredit kepada pelanggan sebagai bagian dari kegiatan operasional utama perusahaan.

Jenis piutang ini umumnya memiliki jangka waktu pelunasan yang relatif singkat, yaitu sekitar 30 hingga 90 hari, tergantung pada syarat pembayaran yang telah disepakati. 

Karena diperkirakan akan ditagih dalam waktu kurang dari satu tahun, piutang usaha diklasifikasikan sebagai aset lancar.

Contoh: Sebuah distributor makanan mengirimkan produk senilai Rp50 juta kepada supermarket dengan termin pembayaran 30 hari. Selama pembayaran belum diterima, nilai tersebut dicatat sebagai piutang usaha.

2. Piutang Wesel (Notes Receivable)

Piutang wesel merupakan hak tagih yang didukung oleh surat wesel atau promissory note sebagai bukti tertulis bahwa pihak yang berutang akan melunasi sejumlah uang pada tanggal tertentu.

Dibandingkan piutang usaha biasa, piutang wesel memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat karena memuat informasi mengenai nilai pinjaman, tanggal jatuh tempo, hingga bunga apabila disepakati oleh kedua belah pihak.

Jenis piutang ini sering digunakan pada transaksi dengan nilai besar, pemberian pinjaman kepada pihak lain, atau ketika piutang usaha dikonversi menjadi wesel agar memiliki kepastian pembayaran yang lebih tinggi.

3. Piutang Lain-Lain (Other Receivables)

Selain piutang yang berasal dari penjualan kredit, perusahaan juga dapat memiliki piutang yang muncul dari transaksi di luar kegiatan operasional utama. Piutang tersebut dikelompokkan sebagai piutang lain-lain.

Beberapa contohnya meliputi piutang bunga, piutang dividen, piutang pajak, uang muka kepada karyawan, klaim asuransi yang belum dibayarkan, maupun piutang kepada pihak afiliasi.

Walaupun sama-sama merupakan hak perusahaan untuk menerima pembayaran, piutang jenis ini umumnya disajikan secara terpisah dari piutang usaha dalam laporan posisi keuangan agar pengguna laporan keuangan dapat membedakan sumber pendapatannya.

4. Piutang Lancar

Piutang lancar adalah piutang yang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu maksimal satu tahun atau satu siklus operasional perusahaan, mana yang lebih panjang.

Sebagian besar piutang usaha termasuk ke dalam kategori ini karena memiliki jangka waktu pembayaran yang relatif singkat. Piutang lancar menjadi salah satu komponen penting dalam menghitung tingkat likuiditas perusahaan, seperti melalui rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio).

5. Piutang Tidak Lancar

Berbeda dengan piutang lancar, piutang tidak lancar (non-current receivables) merupakan piutang yang baru akan diterima lebih dari satu tahun setelah tanggal pelaporan.

Jenis piutang satu ini biasanya berasal dari pinjaman jangka panjang kepada karyawan, piutang kepada anak perusahaan, atau transaksi pembiayaan tertentu. 

Dikarenakan jangka waktunya lebih panjang, piutang tidak lancar kerap disajikan sebagai aset tidak lancar dalam laporan keuangan.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Dia UU Waralaba Terbaru Beserta Penjelasannya

Tips Mengelola Piutang Usaha

Setelah memahami pengertian hingga berbagai jenis piutang usaha, tak ada salahnya mempelajari bagaimana cara mengelola piutang usaha dengan baik agar tidak mengganggu arus kas atau mengurangi likuiditas perusahaan. Ini dia sejumlah tips yang bisa Anda terapkan:

1. Tetapkan Kebijakan Kredit yang Jelas

Sebelum memberikan fasilitas pembayaran secara kredit, pastikan Anda membuat kebijakan kredit yang jelas di perusahaan. Tentukan syarat pembayaran, batas kredit (credit limit), jangka waktu pelunasan, hingga konsekuensi apabila pelanggan terlambat melakukan pembayaran.

2. Evaluasi Kredibilitas Pelanggan

Tidak semua pelanggan memiliki kemampuan finansial yang sama. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap calon pelanggan, terutama jika nilai transaksinya cukup besar. 

Anda dapat menilai riwayat pembayaran, reputasi bisnis, laporan keuangan, maupun referensi dari mitra bisnis lainnya untuk meminimalkan risiko gagal bayar.

3. Buat Invoice yang Lengkap dan Mudah Dipahami

Invoice merupakan dokumen utama dalam proses penagihan. Jadi, pastikan invoice piutang usaha sudah memuat informasi yang lengkap dan sah di mata hukum. 

4. Pantau Umur Piutang Secara Berkala

Sebagai pelaku bisnis, Anda juga perlu memiliki sistem untuk memantau umur piutang (accounts receivable aging). Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui tagihan mana yang masih dalam batas waktu pembayaran, mendekati jatuh tempo, maupun telah melewati tenggat waktu.

5. Lakukan Penagihan Secara Proaktif

Sebaiknya, jangan menunggu hingga tagihan melewati jatuh tempo, ya. Anda bisa mengirimkan pengingat pembayaran beberapa hari sebelum jatuh tempo melalui email, pesan singkat, atau telepon.

6. Bentuk Cadangan Piutang Tak Tertagih

Meskipun telah menerapkan sistem pengelolaan yang baik, risiko gagal bayar tetap bisa saja terjadi. Karena itu, perusahaan perlu membentuk cadangan kerugian piutang (allowance for doubtful accounts) agar laporan keuangan tetap mencerminkan nilai aset yang realistis.

7. Tinjau Kinerja Piutang Secara Berkala

Terakhir, jangan lupa untuk melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja pengelolaan piutang, ya. Perusahaan dapat memantau indikator seperti Days Sales Outstanding (DSO), rasio perputaran piutang (accounts receivable turnover ratio), serta persentase piutang yang melewati jatuh tempo.

Demikian informasi lengkap seputar piutang usaha, mulai dari pengertian, perbedaannya dengan utang, berbagai jenis piutang, hingga tips mengelolanya agar arus kas bisnis tetap sehat dan terkendali.

Jika Anda adalah pebisnis yang ingin mengembangkan usaha, memperluas jaringan bisnis, menemukan supplier maupun distributor baru, atau menjalin kerja sama dengan investor dan calon mitra, pameran Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) dapat menjadi wadah yang tepat. 

Pelaku bisnis yang ingin mengembangkan usaha bisa mendaftar sebagai exhibitor di FLEI Business Show dan memperkenalkan produk maupun layanan bisnis kepada ribuan pengunjung yang memang sedang mencari peluang kolaborasi bisnis.

Eits, tapi, selain bagi pelaku usaha, FLEI Business Show juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin mencari inspirasi bisnis, mempelajari berbagai model usaha, menemukan peluang investasi, hingga bertemu langsung dengan brand, supplier, dan pemilik bisnis dari berbagai sektor industri, lho. Menarik sekali, bukan?

Untuk mengetahui jadwal penyelenggaraan FLEI Business Show terdekat, Anda dapat menghubungi tim kami

Selain itu, jangan lupa juga untuk mengikuti akun Instagram @fleiexpoid agar tidak ketinggalan informasi terbaru seputar pameran, peluang bisnis, serta tren industri di Indonesia, ya!

Baca juga: Cara Menghitung ROI Sebelum Membeli Franchise Agar Tidak Rugi

์ด ๊ธ€ ๊ณต์œ ํ•˜๊ธฐ