Master Franchise: Definisi, Cara Kerja, & Contohnya

Franchise & License Expo Indonesia
投稿日 6 hours ago7分で読めます
Master franchise adalah hak eksklusif untuk mengelola dan mengembangkan jaringan franchise di wilayah atau negara tertentu. Simak selengkapnya di sini.
Master Franchise: Definisi, Cara Kerja, & Contohnya

Pernahkah Anda membayangkan punya kendali atas sebuah brand besar di satu wilayah, bahkan bisa mengembangkan jaringan bisnisnya sendiri? 

Dalam dunia franchise, konsep ini dikenal dengan sebutan master franchise. Master franchise adalah level lanjutan dalam bisnis waralaba, sebab skema kerja samanya memungkinkan seseorang atau perusahaan tertentu memegang hak pengembangan sebuah brand di sebuah area atau wilayah khusus. 

Bagi Anda yang sudah familiar dengan bisnis franchise dan sedang mempertimbangkan untuk naik level, yuk, pahami perspektif baru tentang master franchise, mulai dari definisi, cara kerja, contoh, hingga perbedaannya dengan franchise pada umumnya. 

Apa Itu Master Franchise?

Master franchise adalah bentuk kerja sama lanjutan dalam bisnis franchise di mana pemilik brand (franchisor) memberikan hak eksklusif kepada suatu pihak untuk mengembangkan dan mengelola jaringan franchise di wilayah tertentu, seperti satu negara atau kawasan regional.

Tidak seperti franchise biasa yang hanya berhak membuka dan mengoperasikan satu atau beberapa outlet, dalam skema ini master franchisee bertanggung jawab untuk menjalankan bisnis sekaligus bertindak sebagai perpanjangan tangan franchisor di wilayah tersebut.

Artinya, mereka berhak untuk membuka outlet sendiri, menjual sub-franchise kepada pihak lain, hingga mengelola operasional dan ekspansi brand secara lokal.

Karena tanggung jawabnya yang hampir menyerupai franchisor, master franchise juga sering disebut sebagai “mini franchisor” di dunia waralaba.

Perbedaan Master Franchise dengan Franchise Biasa

Meskipun sekilas terlihat mirip karena sama-sama berada dalam sistem waralaba, tetapi dari sisi peran, tanggung jawab, hingga potensi bisnis, master franchise dan franchise biasa berada di level yang sangat berbeda, lho.

Adapun perbedaan franchise biasa dan master franchise adalah sebagai berikut:

1. Dari Segi Cakupan Bisnis

Dalam franchise biasa, Anda hanya memiliki hak untuk membuka dan mengelola satu atau beberapa outlet di lokasi tertentu.

Sementara itu, yang membedakan di master franchise adalah Anda memegang kendali atas pengembangan seluruh wilayah. 

Artinya, Anda tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga bertanggung jawab memperluas jaringan brand tersebut di area yang telah disepakati, bahkan bisa mencakup satu negara.

2. Dari Sistem Franchise

Pada franchise biasa, peran Anda adalah sebagai operator bisnis yang memastikan outlet berjalan dengan baik, menghasilkan profit, dan mengikuti standar dari franchisor.

Sebaliknya, peran master franchise dalam operasional bisnis tentunya lebih luas, yaitu sekaligus menjadi pengembang pasar, pengelola jaringan, bahkan representatif dari franchisor di wilayah tersebut.

3. Dari Sumber Pendapatan

Sumber pendapatan franchise biasa umumnya berasal dari hasil penjualan produk atau jasa di outlet yang dimiliki.

Sedangkan dalam master franchise, sumber pendapatannya lebih beragam, termasuk keuntungan dari outlet yang dimiliki sendiri, franchise fee dari penjualan sub-franchise, hingga royalty fee dari sub-franchisee. 

Baca juga: 10 Cara Beli Franchise & Tips Agar Untung Maksimal, Catat!

4. Dari Kompleksitas Tanggung Jawabnya

Franchise biasa relatif lebih sederhana karena fokusnya hanya pada operasional satu bisnis. Namun, dalam master franchise, tanggung jawabnya jauh lebih besar karena umumnya mereka perlu merekrut sub-franchisee, menetapkan business plan, melakukan pelatihan, menjaga kualitas produk, hingga mengelola strategi pemasarannya. 

5. Dari Modal dan Risiko

Jika ditinjau dari sisi investasi, franchise biasa umumnya membutuhkan modal yang lebih kecil dibandingkan master franchise

Pihak master franchise membutuhkan modal yang lebih besar dan kemampuan manajerial yang lebih matang, mengingat mereka bukan hanya menjalankan operasional bisnis, tetapi juga bertanggung jawab atas performa seluruh jaringan bisnis di wilayah tersebut.

6. Hubungan dengan Franchisor

Dalam sistem franchise biasa, hubungan dengan franchisor cenderung bersifat langsung dan operasional.

Sementara dalam master franchise, hubungan tersebut lebih bersifat strategis. Franchisor akan lebih fokus pada pengembangan global, sedangkan master franchisee diberi kepercayaan untuk menangani pasar lokal.

Baca juga: Cara Menghitung ROI Sebelum Membeli Franchise Agar Tidak Rugi

Cara Kerja Master Franchise

Perlu diketahui bahwa sistem master franchise tidak terbatas pada beli lisensi lalu buka outlet. Di dalamnya melibatkan struktur berlapis antara franchisor, master franchisee, dan franchisee lokal. Adapun cara kerja master franchise adalah sebagai berikut:

1. Pemberian Hak Eksklusif oleh Franchisor

Mulanya, franchisor akan memberikan hak eksklusif kepada satu pihak (yang disebut master franchisee) untuk mengelola dan mengembangkan franchise di wilayah tertentu, biasanya berupa kawasan besar atau bahkan negara. 

Hak eksklusif ini berarti tidak ada pihak lain yang boleh mengembangkan brand tersebut di wilayah yang sama dan master franchisee memiliki kontrol penuh atas ekspansi bisnis di area tersebut.

2. Menjalankan Tugas sebagai Mini Franchisor

Setelah mendapatkan hak tersebut, master franchisee tidak lagi sekadar menjadi operator bisnis. Peran mereka kini menjadi lebih tebal, yaitu sebagai perpanjangan tangan franchisor di level lokal.

Dalam posisi ini, mereka akan menjalankan bisnis sesuai standar global, menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar lokal, dan mengelola operasional di wilayahnya.

3. Merekrut dan Mengelola Sub-Franchisee

Salah satu inti dari cara kerja master franchise adalah adanya sub-franchise. Dengan kata lain, master franchisee berhak untuk menjual lisensi franchise ke pihak lain, menyeleksi calon mitra, dan menjalin kontrak langsung dengan franchisee lokal.

Dalam sistem ini, ada perubahan struktur yang terjadi, yaitu franchisee tidak lagi berhubungan langsung dengan franchisor utama, melainkan melalui master franchisee sebagai pemberi lisensi.

4. Sistem Pembagian Fee dan Royalti

Dalam model ini franchise ini, aliran pendapatan biasanya akan menjadi lebih kompleks karena melibatkan tiga pihak. Oleh karena itu, skema pembagian royalti biasanya akan turut berubah, sesuai perjanjian di awal kerja sama, yaitu sebagai berikut: 

  • Franchisee membayar franchise fee dan royalti ke master franchisee.

  • Master franchisee kemudian membagi sebagian pendapatan tersebut dengan franchisor.

6. Target Pengembangan

Berbeda dengan franchise biasa, master franchise biasanya memiliki target pengembangan yang jelas. Secara umum, master franchisee diwajibkan membuka sejumlah outlet dalam periode tertentu

Jika target tidak tercapai, hak eksklusif bisa dievaluasi atau bahkan dicabut. Selain itu, kontrak master franchisee juga cenderung lebih panjang, bisa mencapai 10–20 tahun, karena menyangkut pengembangan wilayah yang besar.

Baca juga: 10 Franchise Minuman yang Akan Hype di 2026

Contoh Master Franchise

Master franchise adalah skema bisnis waralaba yang banyak diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan global ketika ingin masuk ke pasar baru tanpa harus membangun operasional dari nol.

Berikut beberapa contoh master franchise yang bisa Anda pelajari:

1. Domino's Pizza di India (Jubilant FoodWorks)

Tahukah Anda, Domino’s Pizza di India tidak dikelola langsung oleh pusat, melainkan oleh perusahaan lokal bernama Jubilant FoodWorks yang memegang hak master franchise.

Perusahaan ini tidak hanya membuka outlet, tetapi juga mengembangkan ribuan cabang di seluruh India, mengelola supply chain dan distribusi, hingga menyesuaikan menu dengan selera lokal.

2. Burger King di China (TFI Asia Holdings)

Burger King juga termasuk salah satu perusahaan yang mempercayakan ekspansi di China kepada mitra regional, yaitu TFI Asia Holdings, sebagai pemegang hak master franchise.

Mengingat kompleksitas pasar China, pendekatan ini memungkinkan adaptasi yang lebih cepat terhadap budaya dan perilaku konsumen lokal. Master franchisee di sini berperan dalam ekspansi outlet secara agresif, penyesuaian strategi pemasaran, dan pengelolaan operasional berskala besar. 

3. Dunkin' di Korea Selatan

Dunkin’ (sebelumnya Dunkin’ Donuts) juga berkembang pesat di Korea Selatan melalui master franchise yang dipegang oleh perusahaan lokal. 

Menariknya, mereka tidak hanya menjual produk standar, tetapi juga mengadaptasi menu sesuai tren lokal hingga mengembangkan konsep store yang lebih modern.

Demikian pembahasan seputar master franchise, mulai dari definisi, cara kerja, perbedaan dengan franchise biasa, hingga contoh penerapannya di berbagai brand global. 

Kini Anda tahu bahwa master franchise adalah model bisnis yang tidak hanya fokus menjalankan usaha, tetapi juga membangun dan mengembangkan jaringan bisnis dalam skala yang jauh lebih besar.

Nah, jika Anda tertarik untuk terjun ke dunia franchise, baik sebagai franchisee atau melangkah ke level master franchise, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah melihat langsung peluang yang ada di pasar, salah satunya dengan berkunjung ke pameran franchise.

Anda bisa mengunjungi Franchise & License Expo Indonesia (FLEI), tempat berkumpulnya berbagai brand franchise dari beragam industri. 

Di FLEI Business Show ini, Anda bisa mengeksplorasi peluang bisnis, berdiskusi langsung dengan pemilik brand, hingga mendapatkan insight langsung dari lapangan sebelum lebih jauh melangkah.

Jadi, yuk, datang ke FLEI Business Show untuk mulai menemukan peluang usaha yang paling sesuai dengan tujuan dan rencana bisnis Anda. Beli tiket sekarang atau hubungi kami untuk mengajukan pertanyaan seputar pameran bisnis ini, ya. Kami tunggu kehadiran Anda di FLEI Business Show!

Baca juga: Tempat Cari Bisnis Terpercaya? FLEI Gelar Pameran Franchise dan Kemitraan

この記事をシェア