Skip to content

Apa Itu Dropship? Pengertian, Cara Kerja, & Contohnya

Franchise & License Expo Indonesia
ๆŠ•็จฟๆ—ฅ 5 hours ago5ๅˆ†ใง่ชญใ‚ใพใ™
Dropship adalah sistem bisnis yang memungkinkan Anda berjualan tanpa stok barang. Yuk, pelajari cara kerja hingga contoh bisnisnya di sini!

Pernahkah Anda terpikir untuk memulai bisnis, tetapi terhambat karena keterbatasan modal, tidak memiliki tempat penyimpanan barang, atau bingung harus membeli stok produk dalam jumlah besar? Jika iya, sistem dropship adalah solusi yang patut dipertimbangkan.

Singkatnya, dropship adalah sebuah sistem bisnis di mana Anda dapat mulai berjualan tanpa perlu menyimpan stok maupun mengurus proses pengemasan dan pengiriman. Menarik sekali, bukan?

Belakangan ini, dropship adalah sistem bisnis yang banyak diminati, terutama oleh pemula, pebisnis mahasiswa, hingga ibu rumah tangga. Kalau Anda juga tertarik, yuk, kenali lebih dalam seputar cara kerja dropship, kelebihan dan kekurangannya, contoh dropship, hingga tips-tips menjalankan bisnis ini bagi pemula!

Apa Itu Dropship?

Dropship adalah model bisnis ritel di mana penjual menawarkan produk kepada pelanggan tanpa harus menyimpan stok barang. Bisa dibilang, dropship adalah skema bisnis dari rumah yang paling sesuai dan minim modal.

Saat pelanggan melakukan pemesanan, penjual akan meneruskan pesanan tersebut kepada supplier. Selanjutnya, supplier bertugas menyiapkan, mengemas, dan mengirimkan produk langsung ke alamat pembeli.

Cara Kerja Dropship

Setelah memahami pengertiannya, Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana cara kerja sistem dropship sebenarnya?

Secara umum, cara kerja dropship melibatkan tiga pihak, yaitu pelanggan, dropshipper, dan supplier

Dropshipper bertugas memasarkan produk dan menerima pesanan, sedangkan supplier bertanggung jawab menyediakan stok, mengemas, serta mengirimkan barang kepada pembeli.

Agar lebih mudah dipahami, berikut alur kerja sistem dropship:

  1. Dropshipper memilih supplier dan produk yang akan dijual melalui marketplace, website, atau media sosial.

  2. Pelanggan melakukan pemesanan dan membayar sesuai harga yang ditetapkan oleh dropshipper.

  3. Dropshipper meneruskan pesanan kepada supplier, termasuk detail pesanan beserta alamat pelanggan kepada supplier. 

  4. Selanjutnya, dropshipper akan membayar harga produk sesuai kesepakatan dengan supplier.

  5. Supplier menyiapkan produk dari stok, mengemasnya, lalu mengirimkannya langsung ke alamat pelanggan (nama pengirim yang tertera pada paket adalah toko milik dropshipper).

  6. Pelanggan menerima produk. Keuntungan dropshipper berasal dari selisih antara harga jual kepada pelanggan dan harga yang dibayarkan kepada supplier.

Bedanya Dropshipper dan Reseller

image

Sekilas, dropshipper dan reseller sama-sama merupakan ide bisnis digital dengan menjual produk milik pihak lain. Namun, keduanya memiliki sistem operasional, kebutuhan modal, hingga tingkat tanggung jawab yang berbeda, lho.

Untuk memahami perbedaan antara dropshipper dan reseller, yuk, tinjau tabel berikut:

image

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Banyak Orang Berani Terjun ke Dunia Bisnis

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Dropship

Sejatinya, sistem dropship memang lebih mudah dilakukan, terutama bagi pemula di dunia bisnis online dengan modal yang terbatas. 

Namun, tetap saja, yang namanya berbisnis, dropship juga memiliki beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan evaluasi Anda:

Kelebihan Sistem Dropship

  • Modal awal lebih terjangkau.

  • Tidak perlu menyimpan stok barang.

  • Risiko kerugian akibat stok menumpuk lebih kecil.

  • Fleksibel dijalankan dari mana saja.

  • Lebih mudah untuk menjual banyak jenis produk sekaligus.

  • Anda bisa lebih fokus pada aktivitas pemasaran.

Kekurangan Sistem Dropship

  • Margin keuntungan relatif lebih kecil.

  • Sangat bergantung pada kinerja supplier.

  • Cenderung lebih sulit mengontrol kualitas produk.

  • Harus lebih teliti dalam memperbarui informasi stok.

  • Proses penanganan komplain bisa lebih rumit.

Contoh Dropship

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, dropship adalah salah satu kategori bisnis yang paling banyak diminati, terutama oleh pebisnis muda. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh usaha dropship yang cukup menjanjikan profitnya:

1. Dropship Fashion

Produk fashion seperti baju, hijab, sepatu, tas, hingga aksesori merupakan salah satu kategori yang paling banyak dijual dengan sistem dropship.

Misalnya, Anda membuka toko di marketplace dan menawarkan berbagai model pakaian dari supplier. Ketika ada pelanggan yang membeli, Anda cukup meneruskan pesanan kepada supplier. 

2. Dropship Skincare dan Kosmetik

Banyak brand maupun distributor kosmetik juga kini menyediakan program dropship bagi mitra penjual, lho. 

Sebagai dropshipper, Anda hanya perlu memasarkan produk melalui media sosial, marketplace, atau website. Namun, pastikan produk yang dijual telah memiliki izin edar resmi agar lebih aman dan meningkatkan kepercayaan pelanggan, ya.

3. Dropship Peralatan Rumah Tangga

Peralatan dapur, alat kebersihan, dekorasi rumah, hingga perlengkapan organisasi rumah juga banyak dijual menggunakan sistem dropship. Kategori ini cukup diminati karena memiliki target pasar yang luas dan kebutuhan konsumennya terus ada.

Baca juga: Ide Bisnis Minuman Kekinian Modal Kecil yang Untung Besar!

Tips Menjalankan Bisnis Dropshipper

Meskipun terlihat sederhana, Anda tetap memerlukan strategi yang tepat agar bisnis dropship mampu bersaing di tengah banyaknya penjual online. 

Berikut beberapa tips menjalankan bisnis dropship bagi pemula:

  • Pilih supplier yang memiliki kualitas produk yang baik, stoknya stabil, proses pengiriman cepat, serta pelayanannya responsif.

  • Tentukan produk yang memiliki demand tinggi. 

  • Manfaatkan fitur produk terlaris di marketplace atau gunakan Google Trends untuk mengetahui produk yang sedang diminati masyarakat.

  • Gunakan foto dan deskripsi produk yang menarik dan informatif. Hindari sekadar menyalin deskripsi dari supplier, ya.

  • Berikan pelayanan yang cepat dan ramah.

  • Manfaatkan berbagai saluran pemasaran, jangan hanya di satu marketplace.

  • Pantau stok dan harga secara berkala.

  • Bangun kepercayaan pelanggan melalui kualitas dan pelayanan yang maksimal. 

Intinya, dropship adalah pilihan bisnis yang tepat bagi Anda yang ingin mulai berjualan dengan modal relatif minim dan risiko yang lebih rendah. 

Namun, seiring berkembangnya bisnis, bukan tidak mungkin Anda ingin naik ke level berikutnya, misalnya memiliki bisnis fisik sendiri, bukan?

Nah, jika ingin menjalankan bisnis tapi masih ragu terkait operasionalnya, Anda bisa mencoba mengembangkan usaha dengan sistem franchise maupun kemitraan, sehingga tak harus membangun bisnis dari nol. 

Untuk mewujudkan langkah tersebut, Anda bisa mengunjungi Franchise & License Expo Indonesia (FLEI).

FLEI Business Show adalah pameran bisnis yang mempertemukan berbagai brand franchise, lisensi, kemitraan, supplier, investor, hingga pelaku usaha dari beragam sektor dalam satu tempat. 

Di sini, Anda bisa menemukan inspirasi bisnis baru, mempelajari berbagai model usaha, sekaligus berdiskusi langsung dengan pemilik brand mengenai peluang kerja sama.

Bagi Anda yang telah memiliki bisnis dan ingin memperluas jangkauan pasar, Anda bisa bergabung sebagai exhibitor di FLEI Business Show dan memperkenalkan bisnis kepada ribuan calon mitra potensial, membangun relasi dengan investor, serta membuka peluang ekspansi usaha ke berbagai daerah.

Namun, pameran FLEI Business Show juga terbuka untuk audiens umum yang tertarik untuk memulai bisnis dengan mendaftar skema franchise, ya. 

Nah, untuk mengetahui jadwal penyelenggaraan dan informasi terbaru seputar pameran, silakan hubungi tim kami dan jangan lupa ikuti akun Instagram @fleiexpoid agar tidak ketinggalan update dan berbagai peluang bisnis menarik.

Baca juga: Cara Mudah Menghitung Modal agar Bisnis Tidak Merugi


ใ“ใฎ่จ˜ไบ‹ใ‚’ใ‚ทใ‚งใ‚ข