Skip to content

Strategi Pemasaran: Definisi, Jenis, & Cara Menentukannya

Franchise & License Expo Indonesia
ๅ‘ๅธƒไบŽ 5 hours ago7 ๅˆ†้’Ÿ้˜…่ฏป
Ingin produk laris terjual, tapi promosinya masih asal-asalan? Mulai sekarang, terapkan strategi pemasaran yang tepat. Ketahui juga cara menentukannya di sini!

Produk dikenal luas, penjualan meningkat, dan pelanggan bertebaran adalah impian semua pebisnis. Namun, tujuan tersebut tidak bisa dicapai dengan aktivitas pemasaran yang asal-asalan. Sebaliknya, dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat dan terukur.

Pertanyaannya, apa saja jenis strategi pemasaran yang umum dijalankan oleh pebisnis? Lalu, bagaimana menentukan strategi yang tepat? Temukan jawaban lengkapnya melalui penjelasan berikut!

Apa Itu Strategi Pemasaran?

Strategi pemasaran adalah tindakan atau rencana terukur untuk mengenalkan produk kepada calon konsumen hingga mengubah mereka menjadi pelanggan tetap. Di antara fungsi strategi pemasaran adalah sebagai pedoman pemasaran produk, alat kontrol, sekaligus tolok ukur keberhasilan aktivitas pemasaran. 

Dengan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan perusahaan bisa mencapai target bisnis secara efektif dan efisien. Karena perannya yang sangat krusial dalam sebuah bisnis, strategi pemasaran menjadi salah satu elemen utama dalam business plan.

Jenis-Jenis Strategi Pemasaran

Dalam dunia pemasaran, ada banyak jenis strategi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bisnis. Berikut beberapa di antaranya:

1. Direct Selling

Direct selling (penjualan langsung) adalah strategi menawarkan produk secara langsung kepada calon konsumen tanpa melalui perantara media apa pun, baik toko ritel maupun platform online. Strategi ini biasanya efektif untuk produk-produk yang membutuhkan demonstrasi, konsultasi, atau pendekatan personal, seperti peralatan rumah tangga, produk kecantikan, dan properti.

Direct selling bukan hanya soal menawarkan produk, tetapi juga membangun hubungan. Jadi, salah satu kunci keberhasilannya adalah skill komunikasi dan persuasi dari tim pemasaran.

2. Content Marketing

Content marketing adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan memproduksi konten yang menarik, relevan, dan bermanfaat bagi calon konsumen. Jadi, strategi ini tidak langsung mempromosikan produk, tetapi menarik perhatian calon konsumen melalui informasi yang bermanfaat sehingga muncul trust pada brand.

Strategi content marketing dapat diterapkan di berbagai platform, seperti website, blog, dan media sosial. Formatnya pun bisa beragam, mulai dari carousel, video, infografis, artikel, e-book, hingga podcast.

Baca juga: Cara Membangun Brand yang Kuat agar Mudah Dikenali Pasar

3. SEO

SEO (Search Engine Optimization) berfokus pada optimasi situs web untuk mendapatkan traffic organik sehingga bisa muncul di peringkat teratas mesin pencari. SEO erat kaitannya dengan content marketing. Sebab, untuk bisa muncul di peringkat teratas, konten yang dipublikasikan di website harus memenuhi standar mesin pencari. 

SEO juga meliputi optimasi terhadap aspek teknis, seperti kecepatan website dan mobile friendliness, karena aspek-aspek tersebut memengaruhi performa konten dan pengalaman pengguna. Penerapan SEO yang tepat membantu bisnis menjangkau konsumen dalam skala yang lebih luas dan meningkatkan kunjungan ke web.

4. Social Media Marketing

Jenis strategi pemasaran yang berikutnya adalah social media marketing. Social media marketing disebut sebagai salah satu strategi pemasaran yang paling ampuh bagi perusahaan B2C. Sebab, dengan media sosial, brand dapat membangun hubungan yang interaktif dengan audiens tanpa kendala jarak dan waktu.

Tujuan utama dari social media marketing adalah meningkatkan brand awareness dan engagement melalui media sosial. Contoh penerapan social media marketing adalah Instagram Ads dan TikTok Ads.

5. Paid Marketing

Paid marketing (iklan berbayar) merupakan strategi yang memanfaatkan media atau platform berbayar untuk mempromosikan produk, jasa, atau brand kepada audiens tertarget. Audiens tertarget artinya audiens dengan karakteristik usia, lokasi, minat, atau perilaku yang spesifik.

Beberapa contoh penerapan paid marketing adalah Google Ads, Meta Ads, video ads di YouTube, dan sponsored post. Umumnya, perusahaan membayar platform iklan berdasarkan model-model berikut:

  • Cost Per Click (CPC): Membayar setiap kali iklan diklik.

  • Cost Per Mille (CPM): Membayar setiap 1.000 tayangan iklan.

  • Cost Per Acquisition (CPA): Membayar berdasarkan tindakan tertentu, seperti pembelian atau pendaftaran.

  • Cost Per View (CPV): Membayar berdasarkan jumlah tayangan video.

6. Event Marketing

Jika Anda pernah melihat sebuah brand mengadakan workshop, pameran, webinar, atau peluncuran produk virtual, itulah contoh event marketing. 

Strategi ini melibatkan face-to-face marketing dan dinilai cukup efektif untuk memasarkan produk sekaligus meningkatkan brand awareness secara langsung. Sebab, perusahaan bisa menjelaskan produk atau jasa mereka dengan lebih terperinci.

Tahukah Anda? Strategi event marketing cocok untuk diterapkan pada bisnis franchise, lho. Sebab, bisnis ini melibatkan nilai investasi yang cukup besar sehingga calon mitra biasanya ingin bertemu langsung dengan pemilik brand.

7. Conversational Marketing

Jenis strategi pemasaran berikutnya adalah conversational marketing yang mengandalkan percakapan melalui chatbot atau live chat dan berlangsung secara real-time. Strategi ini biasa dilakukan oleh perusahaan B2C.

Salah satu daya tarik dari conversational marketing adalah keterlibatan yang dipersonalisasi sehingga bisa meningkatkan pengalaman pengguna (user experience). Strategi ini memungkinkan calon konsumen untuk memperoleh informasi dan bertransaksi secara langsung dan cepat.

8. Earned Media

Faktanya, pemasaran tidak hanya bisa dilakukan oleh tim internal brand, tetapi juga oleh pihak eksternal. Itulah yang diterapkan pada earned media, di mana pihak eksternal seperti pelanggan atau mitra membagikan pengalamannya tanpa biaya langsung dari brand.

Kunci dari strategi earned media adalah pengalaman pelanggan yang positif. Sebab, hal tersebut bisa membuat pelanggan puas sehingga mendorong munculnya testimoni positif dan word-of-mouth.

Strategi semacam ini dapat diterapkan di hampir semua jenis bisnis, termasuk bisnis franchise. Mitra yang puas biasanya akan membagikan pengalaman mereka secara sukarela. Alhasil, calon mitra baru akan terdorong untuk ikut mendaftar sebagai mitra di brand yang sama.

Baca juga: Kenapa Networking adalah Kunci dalam Mengembangkan Bisnis?

Cara Menentukan Strategi Pemasaran

Dari beberapa strategi pemasaran di atas, mungkin Anda mulai berpikir strategi mana yang paling cocok untuk diterapkan di bisnis. Untuk meminimalkan risiko salah pilih, coba ikuti cara-cara berikut:

1. Melakukan Riset Pasar Dan Konsumen

Pertama-tama, lakukan riset atau analisis pasar serta konsumen secara menyeluruh. Perhatikan berbagai aspek penting, seperti karakteristik pasar, tren, siklus produk, perilaku konsumen, kebutuhan, dan pain point.

2. Mengidentifikasi Keunggulan Bisnis

Langkah kedua adalah menentukan keunggulan, bisa berupa kualitas produk yang lebih baik, inovasi produk, pelayanan cepat, jaringan distribusi luas, atau reputasi brand. Salah satu metode yang sering digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).

3. Memilih Target Pasar Yang Tepat

Selanjutnya, tentukan target pasar yang paling potensial agar pesan pemasaran bisa dibuat personal dan berpotensi mendatangkan konversi. Caranya adalah melalui segmentasi pasar atau membagi konsumen berdasarkan karakteristik demografis, geografis, psikografis, dan perilaku.

4. Menetapkan Tujuan Pemasaran Yang Spesifik

Tujuan pemasaran yang spesifik membuat eksekusinya dapat diukur. Contoh dari tujuan yang spesifik yaitu meningkatkan penjualan sebesar 30% dalam enam bulan dan memperoleh 300 pelanggan baru selama periode promosi.

Idealnya, tujuan pemasaran mengikuti prinsip SMART, yaitu specific (spesifik), measurable (terukur), achievable (dapat dicapai), relevant (sesuai kebutuhan bisnis), dan time-bound (mempunyai batas waktu).

5. Memilih Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Baruran pemasaran (marketing mix) merupakan kombinasi empat elemen utama pemasaran, yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi). Pastikan produk atau jasa Anda memenuhi kebutuhan konsumen, harganya bersaing, tempat distribusinya efisien, dan promosinya berjalan efektif agar mampu mencapai target audiens.

6. Menggunakan Alat Pemasaran yang Tepat

Selanjutnya, gunakan alat pemasaran yang sesuai dengan karakteristik calon konsumen, bisa berupa website, media sosial, platform iklan digital, media massa, atau booth pameran. Anda juga bisa mengombinasikan beberapa alat pemasaran untuk mendapatkan jangkauan yang lebih luas.

7. Melakukan Evaluasi dan Penyesuaian Secara Berkelanjutan

Setelah menjalankan strategi pemasaran tertentu, jangan berhenti begitu saja. Lakukan evaluasi secara berkala untuk mengidentifikasi efektivitasnya dalam meraih tujuan.

Umumnya, indikator yang perlu dievaluasi adalah jumlah penjualan, tingkat konversi, Return of Investment (ROI), engagement di media sosial, serta traffic website. Jika ada strategi yang kurang efektif, Anda bisa melakukan penyesuaian, misalnya dengan memperbaiki pesan promosi, menyesuaikan anggaran iklan, atau yang lainnya.

Itulah panduan untuk memahami strategi pemasaran. Strategi pemasaran yang tepat bukan hanya meningkatkan peluang terjualnya produk, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang melalui peningkatan loyalitas pelanggan dan daya saing perusahaan.

Apabila pertumbuhan bisnis sudah stabil dan sistemnya sudah terstruktur, jangkauan pasar bisa semakin diperluas, misalnya melalui skema franchise.

Berbicara mengenai skema franchise, Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) hadir sebagai sarana berkumpulnya pemilik brand yang sedang membuka peluang franchise. Di pameran bisnis ini, para brandowners, pengusaha, calon mitra, bahkan investor dari berbagai sektor industri hadir.

Pemilik brand yang mendaftar sebagai exhibitor bisa mengenalkan bisnisnya secara langsung, berdiskusi, hingga menemukan mitra franchise yang tepat. FLEI Business Show juga terbuka bagi pengunjung yang sedang mencari peluang bisnis dengan skema franchise atau kemitraan. 

Tertarik berkunjung? Hubungi tim kami untuk mengetahui jadwal pameran terdekat! Anda juga bisa follow akun Instagram @fleiexpoid untuk mendapatkan aneka informasi menarik seputar pameran.

Baca juga: 7 Franchise Kopi Keliling, Variasi & Harga Paketnya!

ๅˆ†ไบซ่ฟ™็ฏ‡ๆ–‡็ซ