Skip to content

7 Cara Mendapatkan Modal Usaha, Bantu Bisnis Siap Jalan!

Franchise & License Expo Indonesia
发布于 6 hours ago6 分钟阅读

“Mau bisnis, tapi modalnya dari mana?” Pertanyaan ini hampir selalu muncul saat seseorang ingin memulai usaha. Padahal, ide bisnis sebenarnya terlihat menjanjikan dan target pasar pun sudah tergambar jelas. 

Kabar baiknya, cara mendapatkan modal usaha sebenarnya sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan serta skala bisnis. Jadi, jangan buru-buru mengubur mimpi untuk berbisnis, ya. Pahami dulu cara mendapatkan modal usaha dalam penjelasan berikut!

Cara Mendapatkan Modal Usaha

Berikut beberapa cara yang bisa Anda tempuh untuk mendapatkan modal usaha:

1. Menggunakan Tabungan Pribadi

Tabungan bisa menjadi “senjata pertama” untuk merealisasikan rencana Anda, termasuk rencana membangun usaha. Apakah Anda sudah memilikinya?

Beberapa orang mungkin sudah menyiapkan tabungan khusus usaha. Namun, jika tabungan Anda belum dikhususkan untuk itu, coba hitung dulu estimasi modal yang dibutuhkan. Kemudian, tentukan jumlah tabungan yang aman untuk dialokasikan sebagai modal awal tanpa mengganggu kebutuhan pribadi.

Modal awal biasanya meliputi biaya pembelian peralatan, bahan baku, renovasi tempat, kendaraan dan operasional. Perhitungan ini penting agar tabungan bisa dialokasikan secara efisien dan usaha dapat berkembang secara menguntungkan dalam jangka panjang.

Penggunaan tabungan pribadi merupakan salah satu contoh penerapan metode bootstrapping. Metode ini mengacu pada praktik membangun dan mengembangkan usaha dengan mengandalkan sumber daya internal tanpa bergantung pada pendanaan eksternal.

Baca juga: Cara Mudah Menghitung Modal agar Bisnis Tidak Merugi

2. Menjual Aset Pribadi

Cara kedua adalah dengan menjual aset pribadi yang sudah tidak digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Anda bisa menjual properti yang tidak produktif, kendaraan yang jarang digunakan, barang koleksi bernilai jual tinggi, atau aset investasi yang dapat dicairkan.

Namun, sebelum menjualnya, coba pikirkan apakah aset tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendukung operasional usaha. Misalnya, motor untuk layanan antar-jemput, tanah kosong untuk area parkir, atau laptop untuk membuat materi promosi. Jika menjual aset adalah keputusan final, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Ketahui nilai pasar dari aset terkait.

  • Temukan pembeli dengan penawaran terbaik.

  • Lengkapi dokumen seperti faktur, sertifikat, dan surat kepemilikan untuk meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

  • Jika nilai aset besar, cari bantuan profesional agar prosesnya berjalan lebih aman.

3. Meminjam dari Teman atau Kerabat

Jika Anda tidak memiliki tabungan yang cukup atau aset pribadi yang dapat dijual, cobalah meminjam dari teman atau kerabat yang mampu secara finansial.

Namun, meminjam uang dari orang yang memiliki hubungan dekat tetap harus didasari kesepakatan yang jelas agar tidak merusak hubungan di kemudian hari. 

Pastikan kedua belah pihak menyepakati jumlah pinjaman, jangka waktu pengembalian, konsekuensi jika terjadi keterlambatan, dan hal penting lainnya. Jika perlu, buat kesepakatan secara tertulis.

4. Memanfaatkan Lembaga Keuangan

Cara mendapatkan modal usaha yang berikutnya adalah dengan mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan. Saat ini, banyak lembaga keuangan yang menyediakan pinjaman untuk modal usaha.

Jika Anda berminat, mulailah mencari lembaga keuangan yang memiliki reputasi baik, menawarkan proses yang transparan, dan telah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). 

Setelah menemukan lembaga keuangan yang memenuhi kriteria tersebut, coba perhatikan beberapa hal berikut:

  • Jenis pinjaman yang ditawarkan.

  • Persyaratan yang harus dipenuhi.

  • Prosedur survei yang biasa dilakukan ke tempat usaha.

  • Prosedur penambahan pinjaman dalam jumlah tertentu.

  • Sistem keamanan untuk menjaga kerahasiaan data pribadi

Tak kalah penting, pastikan semua skema atau prosedurnya sesuai dengan prinsip pribadi dan nilai dalam keyakinan Anda, ya. Dengan begitu, aktivitas menjalankan usaha akan terasa lebih tenang.

5. Mencari Mitra Bisnis

Apabila Anda benar-benar pemula, tak ada salahnya untuk memulai bisnis bersama mitra atau rekan yang memiliki kesamaan visi dan misi. 

Bagi sebagian orang, membangun bisnis sendiri mungkin terasa lebih menantang, baik secara tenaga maupun finansial. Dengan adanya mitra bisnis, Anda dapat bertukar ide mengenai strategi pengembangan dan menanggung modal bersama.

Namun, dalam memilih mitra bisnis, jangan hanya mengandalkan kedekatan personal. Pilih mitra yang memiliki integritas tinggi, rekam jejak positif dalam bisnis, dan menguasai skill yang dibutuhkan.

Karena salah satu tujuannya adalah mendapatkan modal, pastikan mitra bisnis Anda juga memiliki kondisi keuangan yang stabil untuk meminimalkan kendala terkait permodalan.

Baca juga: Mau Bisnis Bareng Teman atau Keluarga? Pahami Aturan Mainnya

6. Mencari Investor

Selain teman, rekan bisnis, dan lembaga keuangan, pihak ketiga yang bisa Anda datangi untuk mendapatkan modal usaha adalah investor. 

Investor adalah pihak yang bersedia menanam modal di bisnis Anda untuk mendapatkan keuntungan dalam periode waktu tertentu. Untuk mendapatkan investor, ada beberapa prosedur yang perlu Anda jalani, di antaranya:

  • Riset target calon investor untuk mengetahui kesesuaiannya dengan jenis dan skala usaha.

  • Mengikuti pameran atau kompetisi untuk meningkatkan potensi dilirik investor.

  • Melakukan pitching dengan membawa dan mempresentasikan proposal usaha.

Jika Anda memilih cara mendapatkan modal usaha yang satu ini, jangan biarkan hubungan dengan investor berhenti setelah modal bisnis cair. Pastikan Anda tetap menjaga hubungan setelahnya, misalnya dengan memberikan laporan keuangan yang jelas, menggunakan dana sesuai kesepakatan, dan menyampaikan perkembangan usaha secara berkala.

7. Melakukan Securities Crowdfunding (SCF)

Security Crowdfunding (SCF) merupakan metode penggalangan dana secara terbuka dan berbasis digital yang mempertemukan pebisnis dengan investor melalui platform online berizin OJK.

SCF juga biasa disebut urun dana, di mana pebisnis menawarkan instrumen investasi atau efek seperti saham, obligasi, atau sukuk kepada publik dan siapa saja dapat berpartisipasi sesuai kemampuannya. Berikut gambaran mekanisme SCF secara ringkas:

  • Memastikan usaha memenuhi persyaratan: Bukan merupakan badan usaha yang dikendalikan oleh kelompok usaha atau konglomerasi, bukan perusahaan terbuka atau anak perusahaan terbuka, serta memiliki kekayaan bersih maksimal Rp10 miliar di luar tanah dan bangunan tempat usaha.

  • Memilih penyelenggara SCF yang berizin OJK: Penyelenggara SCF adalah platform tempat pebisnis menawarkan efek kepada calon investor. Total dana yang dihimpun maksimal Rp10 miliar dalam jangka waktu maksimal 12 bulan.

  • Menyiapkan dokumen dan informasi bisnis: Penerbit (pemilik usaha) menyerahkan dokumen seperti akta pendirian, perizinan dan perencanaan usaha, laporan keuangan, dan sebagainya.

  • Menyiapkan penawaran efek: Jenisnya dapat berupa efek ekuitas, utang, atau sukuk. Kemudian, batas penghimpunan dananya maksimal Rp10 miliar dalam jangka waktu 12 bulan. Penerbit juga bisa menetapkan jumlah minimum dana dari calon investor.

  • Menjalani proses penelaahan oleh penyelenggara: Platform penyelenggara SCF menelaah aspek legalitas, permodalan, laporan keuangan, perizinan, dan informasi relevan lainnya.

Itulah beberapa cara mendapatkan modal usaha yang bisa Anda coba. Prinsip pentingnya adalah memahami konsekuensi dan risiko dari setiap pilihan yang Anda ambil.

Setelah modal diperoleh, jangan lupa pantau selalu arus kas, pisahkan dari uang pribadi, jaga transparansi dengan pihak eksternal, dan evaluasi efektivitas penggunaan modalnya, ya.

Sebelumnya, telah disebutkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan potensi dilirik investor adalah dengan mengikuti pameran. 

Ya, dengan mengikuti pameran seperti Franchise & License Expo Indonesia (FLEI), Anda bisa memperkenalkan brand kepada ribuan pengunjung potensial sekaligus bertemu dengan investor dari berbagai sektor usaha!

Bahkan, bisnis dengan sistem operasional yang sudah matang juga berpeluang untuk mendapatkan mitra franchise yang siap mendukung ekspansi usaha. Jadi, jangan ragu untuk mendaftar sebagai exhibitor di FLEI Business Show, ya!

FLEI Business Show juga cocok dikunjungi oleh siapa pun yang sedang mencari peluang bisnis dengan skema franchise atau kemitraan. Yuk, hubungi tim kami untuk mengetahui jadwal pameran terdekat dan follow akun Instagram @fleiexpoid untuk mendapatkan informasi menarik seputar pameran.

Baca juga: Mitos vs Fakta: Franchise Itu Harus Punya Modal Besar?

Referensi:

https://www.jurnal.id/id/blog/cara-mudah-mencari-modal-usaha-untuk-bisnis/

https://www.ocbc.id/id/article/2021/04/26/cara-mencari-investor

https://www.ocbc.id/id/article/2023/12/19/bootstrapping-adalah 

https://www.parapuan.co/read/534253642/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-ketika-ingin-menjual-aset-untuk-modal-bisnis?page=2

https://www.hukumonline.com/berita/a/syarat-syarat-ukm-bisa-raih-modal-lewat-i-securities-crowdfunding-i-lt6011eb81e84b9/ 

分享这篇文章