Apa Itu Franchisor? Definisi, Hak & Kewajiban, dan Contohnya

Franchise & License Expo Indonesia
Posted 4 hours ago5 mins read
Franchisor adalah pihak pemilik merek, sistem, atau konsep bisnis yang memberikan hak kepada pihak lain untuk menjalankan usaha. Pelajari selengkapnya di sini.
Apa Itu Franchisor? Definisi, Hak & Kewajiban, dan Contohnya

Franchisor adalah sebuah istilah yang pasti sering Anda dengar jika ingin mulai terjun ke dunia bisnis franchise. 

Namun, terkadang beberapa orang sering bingung membedakan istilah franchisor dan franchisee. 

Nah, agar Anda menguasai konsep bisnis franchise secara menyeluruh, mari pahami lebih dalam istilah franchisor, mulai dari definisi, perbedaannya dengan franchisee, sistem kerja, hak dan kewajiban, serta contohnya di dunia nyata pada artikel ini. Yuk, simak!

Apa Itu Franchisor?

Franchisor adalah pihak tertentu, dapat berupa individu maupun perusahaan, yang memiliki dan mengembangkan sebuah konsep bisnis secara menyeluruh lalu memberikan hak kepada pihak lain untuk menjalankan bisnis tersebut dengan menggunakan nama merek, sistem operasional, serta standar yang sudah ditetapkan.

Dalam bisnis franchise, franchisor adalah pencipta sekaligus pengendali sistem bisnis. Mereka tidak hanya menawarkan produk atau jasa, tetapi juga menyusun seluruh fondasi usaha yang mencakup cara operasional, alur kerja, strategi pemasaran, hingga pengalaman pelanggan yang sudah teruji di pasar.

Dengan kata lain, setiap franchisor biasanya telah lebih dulu menjalankan bisnis tersebut secara mandiri dan membuktikan bahwa model usahanya dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan. 

Perbedaan Franchisor dan Franchisee

Apabila Anda baru di bisnis franchise, kedua istilah ini mungkin membuat Anda sedikit bingung. Pada dasarnya, franchisor dan franchisee adalah dua entitas yang berbeda. Adapun perbedaan antara franchisee dan franchisor adalah sebagai berikut:

  • Kepemilikan bisnis: Franchisor adalah pihak yang memiliki brand, sistem, dan konsep usaha secara penuh. Franchisee adalah pihak yang membeli hak untuk menggunakan brand dan sistem bisnis tersebut.

  • Peran dalam bisnis: Franchisor berperan sebagai pengembang dan pengarah bisnis secara keseluruhan. Franchisee berperan sebagai pelaksana operasional bisnis di lapangan.

  • Tanggung jawab: Franchisor bertanggung jawab mengatur sistem bisnis, SOP, dan kualitas brand di seluruh jaringan. Franchisee bertanggung jawab menjalankan bisnis sesuai SOP, mengelola operasional harian, serta menjaga performa bisnis tetap optimal. 

  • Pendapatan: Franchisor memperoleh pendapatan dari franchise fee (biaya awal) dan royalty fee. Franchisee mendapatkan pendapatan dari hasil penjualan produk atau jasa setelah dikurangi biaya operasional dan royalti.

  • Pengambilan keputusan: Franchisor memiliki kendali dalam keputusan strategis seperti pengembangan produk, branding, dan standar operasional. Sedangkan, ruang pengambilan keputusan oleh franchisee jauh lebih terbatas. 

Baca juga: 10 Cara Beli Franchise & Tips Agar Untung Maksimal, Catat!

Hak & Kewajiban Franchisor

Dalam ranah bisnis dan operasional, franchisor memang memiliki hak dan kewajiban tertentu. Adapun hak dan kewajiban franchisor adalah sebagai berikut:

Hak Franchisor

  • Franchisor berhak menerima franchise fee sebagai biaya awal kerja sama serta royalty fee yang dibayarkan secara berkala oleh franchisee. 

  • Franchisor berhak mengontrol dan mengawasi operasional bisnis franchise, mencakup standar pelayanan, kualitas produk, penggunaan bahan baku, hingga tampilan outlet.

  • Franchisor berhak menetapkan standar operasional (SOP), prosedur kerja, dan sistem bisnis yang wajib diikuti oleh franchisee. 

  • Franchisor berhak memberikan sanksi atau mengakhiri kerja sama apabila franchisee melanggar perjanjian atau tidak menjalankan bisnis sesuai standar. 

  • Franchisor berhak melakukan inovasi pada produk, layanan, maupun strategi pemasaran di baliknya. 

Kewajiban Franchisor

  • Menyediakan sistem bisnis yang sudah teruji, jelas, dan terstruktur, bukan hanya sekadar konsep. 

  • Mendukung franchisee dengan memberikan pelatihan atau training terkait SOP, pelayanan, manajemen, hingga penggunaan sistem pada bisnis di periode awal kerja sama. 

  • Menyediakan panduan operasional yang lengkap dan mudah dipahami bahkan oleh calon pebisnis pemula.

  • Memberi dukungan berkelanjutan terhadap mitra franchisee, dapat berupa bantuan pemasaran atau pengembangan produk. 

  • Menjaga reputasi dan citra brand di pasar melalui strategi pemasaran, inovasi, dan pengelolaan kualitas. 

  • Menjelaskan seluruh isi perjanjian kerja sama secara transparan, mulai dari hak, kewajiban, hingga potensi risiko yang perlu diketahui oleh franchisee. 

Baca juga: Cara Menghitung ROI Sebelum Membeli Franchise Agar Tidak Rugi

Contoh Franchisor 

Memahami konsep tentang franchisor saja mungkin tidak cukup, terutama jika Anda masih kesulitan membayangkan bagaimana penerapannya di dunia nyata. 

Berikut adalah beberapa contoh franchisor yang namanya sudah terkenal di dunia bisnis franchise. 

1. McDonald's

Salah satu contoh franchisor terbesar dan paling sukses di dunia adalah McDonald’s. Franchise McDonald's sudah dikenal memiliki sistem bisnis yang sangat terstandarisasi di berbagai negara, mulai dari operasional dapur, pelayanan pelanggan, hingga desain outlet. 

2. KFC

KFC juga termasuk salah satu contoh franchisor global yang mengandalkan kekuatan resep rahasia sebagai nilai utamanya. 

Dalam sistem franchise-nya, KFC memastikan seluruh mitra menjalankan bisnis sesuai standar, sehingga rasa dan kualitas produk tetap konsisten di mana pun lokasinya.

3. Subway

Subway dikenal sebagai salah satu jaringan franchise makanan cepat saji dengan konsep yang lebih sehat. 

Sebagai franchisor, Subway menyediakan sistem operasional yang sederhana namun efektif, sehingga banyak diminati oleh calon pebisnis yang ingin memulai usaha dengan risiko yang lebih terukur.

4. Starbucks

Starbucks merupakan brand kopi global yang juga mengembangkan bisnisnya melalui kemitraan dan sistem franchise di berbagai negara. 

5. Indomaret

Dari Indonesia, Indomaret menjadi salah satu contoh franchisor yang sangat sukses di sektor ritel. 

Franchise Indomaret dikenal memiliki sistem yang sudah matang dan dukungan operasional yang kuat sehingga berhasil menarik banyak mitra untuk membuka bisnis franchise ini di berbagai daerah.

Selain kelima contoh franchisor tersebut, tentunya masih ada banyak sekali brand lainnya, baik lokal maupun internasional, yang menawarkan peluang bisnis franchise dengan konsep, skala, dan investasi yang beragam.

Perlu diketahui juga bahwa setiap franchisor memiliki keunggulan dan sistem yang berbeda, sehingga Anda perlu melihat langsung, membandingkan, dan memahami mana yang paling sesuai dengan kebutuhan serta tujuan bisnis Anda.

Nah, kalau Anda ingin melihat lebih lengkap berbagai pilihan franchise dari berbagai sektor dalam satu tempat, Anda bisa mengunjungi Franchise & License Expo Indonesia (FLEI).

Di pameran franchise FLEI Business Show, Anda bisa menemukan ratusan brand franchise sekaligus mendapatkan insight langsung dari para pelaku industri terkait sistem operasional hingga cara memperluas peluang bisnis melalui sistem franchise.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan dan membuka peluang bisnis baru, ya. Yuk, segera beli tiket ke FLEI Business Show atau hubungi kami untuk mengajukan pertanyaan seputar event ini. Kami tunggu kehadiran Anda di Franchise & Licence Expo Indonesia, ya!

Baca juga: Franchise Alfamart Berapa? Ini Biaya, Cara Daftar & Tipsnya

Share this post