“We shouldn’t worry at all. Worry is pointless. There is bound to be something better that we can do.”

Kita seharusnya bertanya ke diri kita masing-masing tentang pikiran mencemaskan yang kita miliki: apakah itu semua nyata? Dan apakah itu membantu kita? Jika kedua jawabannya tidak, maka kekhawatiran tidak membuat kondisi kita menjadi baik.

Namun setelah Virus COVID19 sekarang jadi pembicaraan menDunia, penting bagi kita untuk melihat perspektif lainnya, bahwa lebih banyak orang yang meninggal setiap harinya karena tuberculosis – dan karena polusi udara setiap 5 jamnya – daripada yang telah meninggal karena Covid-19 dalam 2 bulan.

Jika kekhawatiran anda yang mengerikan itu tidak sepenuhnya meyakinkan anda, maka cobalah melihat Fakta ini :  sebagian besar orang yang dulunya punya penyakit telah pulih. Anak kecil terlihat sebagian besar tidak tersentuh. Vaksin sedang dalam proses. Kita tahu darimana penyakit ini berasal, dan situasi di dalam negara itu sedang berkembang. Sebagian besar dari kasusnya tidak mempunyai gejala. Anda bisa membunuhnya dengan semprotan antiseptic; sains telah mengatasinya; uji klinis sedang berlangsung.

Ini bukan untuk memperkecil apa yang telah terjadi, atau memprediksi apa yang akan terjadi. Tetapi hanya untuk menjaga akal sehat Anda tentang proporsi corona virus ( COVID19 ).

So, berjaga-jaga boleh, namun tidak perlu terlalu Khawatir terutama yang ingin berpergian ke tempat umum ( Mall, Pameran, dll ), jangan lupa selalu jaga Kesehatan, bawa Hand Sanitizer, Rajin cuci tangan setiap kali ingin menyentuh wajah ( bibir, mata, dll ).

Sumber https://www.theguardian.com/world/2020/mar/06/worrying-keep-coronavirus-in-perspective

Leave a Reply