Bisnis Waralaba 2020 Masih Didominasi Makanan dan Minuman

Melanjutkan tren tahun 2019, Waralaba makanan dan minuman masih banyak bermunculan. produk jenis kopi dan minuman kekinian seperti boba, cheese tea dan Thai Tea melejit pada tahun 2019.

Inovasi bisnis waralaba makanan semakin menarik, berbagai inovasi seperti sosis, ubi, kentang, tahun dan lainnya hadir dengan tampilan memikat para pelanggan milenial.

Ketua Umum Warala dan Lisensi Indonesia (Wali), Levina Supit mengatakan, peluang bisnis waralaba dan kemitraan masih cemerlang tahun ini.

Hal tersebut didukung dengan masyarakat yang sudah melek akan membuka usaha sendiri yang kemudian menawarkan kemitraan atau mereka yang membeli kemitraan.

“Sampai saat ini food and beverage masih mendominasi. Hal ini dilihat dari kemitraan yang bermunculan dari sektor F&B, baik baru atau kuliner lama yang keluarkan produk baru. Nah ini artinya bisnis kuliner masih menduduki peringkat atas, masyarakat masih respon baik kuliner yang ada di market,” ujar Levita dilansir dari laman Kontan.co.id pada Selasa (14/1/2020).

Pendapat sama juga disampaikan Konsultan bisnis dan waralaba DK Consulting Djoko Kurniawan. Djoko menyebutkan waralaba tahun 2020 akan semakin bergairah, lantaran banyak calon investor yang menginginkan franchise.

“Kuliner akan tetap menjadi primadona tahun 2020. Kuliner punya daya tarik yang sangat kuat karena market Indonesia yang sangat besar. Penduduk Indonesia yang sangat besar membuka peluang usaha kuliner sangat menjanjikan jika dikelola secara baik dan benar,” kata Djoko.

Selain sektor makanan dan minuman, Djoko berpendapat industri pendidikan juga akan bergerak lebih baik lagi. Bidang pendidikan juga menarik minat calon investor karena semua orang perlu belajar baik di sekolah formal maupun non formal. Tak hanya itu sektor gaya hidup juga akan bertumbuh di tahun 2020.

Sektor non F&B, juga dinilai Levita masih memiliki potensi meski tak setinggi F&B. Ia memberi contoh seperti bidang jasa dan ritel.

“Walaupun F&B masih teratas tapi tidak semua orang mau bisnis kuliner. Bisnis non F&B lain masih direspon baik, misalkan bisnis baju, sepatu, ritel, sampai pada saat ini masih bagus. Jadi bisnis diluar F&B masih berpeluang, seperti bisnis kebutuhan masyarakat atau misal produk yang ngetren,” Levita melanjutkan

Waralaba Non F&B

Sektor pendidikan juga dirasakan akan berkembang di 2020 menurut Konsultan waralaba dari Proverb Consulting Erwin Halim.

Erwin menyebut F&B jadi sektor yang ranking satu di bisnis waralaba lantaran memiliki nilai plus seperti pay back periode (PBP) yang cepat, BEP dengan jumlah penjualan relatif sedikit dibanding bisnis lain serta ROi lebih besar dan cepat terukur.

Tak hanya itu Levita menambahkan, F&B menjadi kebutuhan masyarakat yang selalu dibutuhkan. Namun F&B disebut Levita memiliki nilai minus ditindak tahan lama disimpan yang artinya ada tingkat risiko yang harus diperhatikan.

Selain itu, Erwin juga berpendapat sektor F&B memiliki kelemahan jika pebisnis ingin memindah lokasi maka diperlukan biaya tambahan renovasi. Di mana tampilan tempat penjualan untuk bisnis F&B sangat mempengaruhi penjualan.

Sektor non F&B pun sama memiliki tingkat kelebihan dan kelemahannya. Levita menerangkan sektor non-F&B memiliki nilai kelebihan di mana jika bentuknya produk maka masih dapat dipasarkan hingga tahun depan.

“Tapi kelemahannya ialah, harus lihat lagi apakah produk tersebut masih akan ada marketnya di masyarakat jika dipasarkan tahun berikutnya, itu untuk non F&B,” tambah Levita.

Hal tersebut senada disampaikan Erwin, non bisnsis F&B memiliki efek bisnis jangka panjang dan relatif lebih stabil. Sedangkan kelemahannya ialah pada BEP yang terbilang butuh waktu panjang.

Bicara soal jenis usaha F&B apa yang masih miliki peluang ngetren, Levita mengatakan kuliner olahan ayam dan mi menjadi salah satunya. Tak ketinggalan kedai kopi masih akan jadi raja sektor bisnis waralaba tahun ini.

Sependapat dengan Levita, Erwin juga menyebut selain kopi masih ada boba yang akan jadi usaha ngetren tahun ini. “Minuman khususnya Kopi dan Boba masih akan banyak,” pungkas Erwin.

Bisnis Waralaba 2020 Masih Didominasi Makanan dan Minuman

Leave a Reply